Pangkalan Militer AS yang Mengepung Timur Tengah.

Fokustoday, Rabo, 26 Juli/2017

Pangkalan Militer AS di Timteng.jpg

Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

KEBODOHAN YANG DIPELIHARA OLEH ARAB?

Saat kita berfikir tentang perjuangan Palestina melawan penjajah Israel. Maka kita semestinya melihat geopolitik sekitar Palestina (negara-negara Arab). Bagaimana mereka dan apa yang mereka lalukan. Ternyata kita melihat di Timur tengah, banyak kekuatan Isreal disana (dalam wujud Pangkalan Militer AS).

Di Timur Tengah banyak pangkalan militer AS? Mengapa itu diletakkan disana dan diizinkan oleh para petinggi Timur Tengah? Sebagai contoh bertebarannya pangkalan militer AS di Timur tengah.

Di SAUDI ARABIA : Paangkalan militer AU USA di Dahran, Jeddah (King Abdul Aziz Air Base, King Fahd Air Base).
Di Kuwait : Pangkalan Militer AU USA, Ali Salem Kuwait City dan PM AU USA Ahmed Jaber, dll.
Di BAHRAIN : Pangkalan Militer AL USA Divisi V Manama Bahrain dan PM AU USA Sheikh Isa Manama Bahrain.
Di QATAR : Pangkalan Militer AU USA Udeid Qatar
Di UNI EMIRAT ARAB : Pangkalan Militer AU USA Dhafra.
Di. OMAN : Pangkalan Militer AU USA Al-Mushna, Pangkalan Militer AU USA Taimur, Pangkalan Militer AU USA Al-Masir, dll.
Di TURKI : Pangkalan Militer AU USA Incirlik Air Base, Izmir Air Base, dll.
Di IRAN : Tidak ada??
Sekadar ilustrasi ; Ada 1.100 personil tentara AS disana, sementara total tentara Qatar, sebesar 11.800 personil, dengan jumlah penduduk 2,5 juta jiwa. Apa makna dari itu semua? Di Saudi pangkalan militer AS pernah menampung sebesar 60.000 personil AS.

Pertanyaannya:
Mengapa mereka para Arab itu berlomba-lomba, mau, ingin bahkan mungkin siap mengeluarkan uang, tanahnya disewa/ditempati sebagai pangkalan militer? LOGIKANYA:

Pertama : Untuk pertahanan negara itu dari serangan/gangguan musuh. Lalu siapa musuh-musuh mereka? Jelas sesama negara Arab atau momok yang diciptakan AS yaitu IRAN. Apakah mereka lebih percaya AS (yang anak kandung Israel, dan Kafir?) daripada sesama Arab, muslim?

Kedua : Apakah tidak ada agenda lainnya AS dengan itu? Misalnya, Melindungi Anak-anak kandungnya Israel, Bisnis senjata, dimana keuntungannya sangat berlipat ganda.

Ketiag : Tidakkah negara-negara Arab yang sekarang mulai bergabung dalam Cooperation Council for the Arab States of the Gulf (GCC) berfikir tentang itu? Berfikir tentang perlombaan senjata antar mereka yang itu menimbulkan ketegangan antar mereka sendiri dan menguntungkan musuh (AS), yang mengambil manfaat darinya?Tapi sayang, ego, nafsu, sektarian dan bergelimang dosa serta kekayaan menutupi hati, dan akal mereka.

Pangkalan Militer AS.jpg

Pangkalan Militer AU AS di Qatar

Dalam GCC mereka berfikir hanya tentang Arab, tidak Timur Tengah/Islam (Iraq dan Iran tidak diikutkan). Ada diskusi diantara mereka untuk memasukkan Yaman, Maroko dan Yordania kedepan? Mengapa mereka seperti itu? Mungkin karena anggotanya adalah para monarki (KERAJAAN). Baik monarki Absolut (Saudi dan Oman) serta Monarki Konstitusional (Kuwait, Qatar dll)

Kita bisa melihat baru-baru ini, bagaimana Saudi mengobral uangnya untuk pembelian senjata dari AS (Trump), senilai 350 Miliar $? Buat siapa senjata itu? Melawan Israel? Atau melawan sesama Arab (Yaman, Qatar, Syuria) dan Iran?

Lihatlah juga bagaimana Qatar, negara super kaya, diadu supremasinya dengan Saudi? Sehingga akhirnya Saudi geram, lalu sekarang terjadi ketegangan. Siapa yang diuntungkan dengan ketegangan itu? Mengapa mereka tidak berfikir maslahat untuk kawasan Timur Tengah, dan Islam, bukan hanya untuk dirinya/Arab.

Mengapa isyu Sunnah-Syiah sedemikian hebatnya bisa dihembuskan dikalangan mereka? Padahal dahulu saat sebelum revolusi Islam Khomeini, Iran adalah sahabat sangat dekat Saudi dan negara Arab lainnya (juga AS). Padahal juga kalau mau dilihat, negara-negara seperti Kuwait, Oman, Bahrain juga Iraq adalah negara Arab yang banyak sekali masyarakatnya yang bermadzab Syiah (bahkan sebagian mayoritas), termasuk juga di negara Saudi.

Mengapa Saudi dan Negara Arab lain, bisa yakin bahwa AS adalah pelindungnya? Mereka lebih meyakini AS daripada saudara sesama Arab, sesama Islam daripada dirinya sendiri? Keyakinan mereka (Arab) akan bahayanya Iran dan Negara Arab (Teluk) yang lain, satu sama lain, menyebabkan mereka rela berkoalisi, berdagang dan hubungan diplomatik dst dengan Israel.

Prof. Eyal Zesser, dosen Universitas Tel Aviv dan pakar dari Begin-Sadat Center for Strategic Studies mengatakan: “Yang menjadi masalah bagi Arab Saudi dan sekutunya adalah “ekspansionisme” Iran, bukan perlakuan Israel terhadap Masjid al-Aqsa. Harmoni kepentingan antara Israel di satu pihak dan negara-negara Arab “moderat” di pihak lain dalam menghadapi Iran jauh lebih dominan daripada perselisihan antara keduanya dalam semua persoalan lain, termasuk gejolak Masjid al-Aqsa.”

Mungkin benar perkataan bahwa, Mereka itu bukan buta matanya, tetapi yang buta adalah mata hatinya. Hatinya sudah tertutup serta terkunci. Mereka bukan tidak memiliki akal, tetapi mereka tidak menggunakan akalnya.

Mungkinkah kalau seperti ini, kita berfikir tentang pembebasan Palestina?
ENGKAU YANG MEMBUNUH, ENGKAU PULA YANG MENTAKZIA-I.

(FT/OPINI/ M/SA).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s