MENGAPA PENDIRIAN SMP-IT NURUL FIKRI – SIDOARJO DI TOLAK?

Fokustoday.com – Sidoarjo (3 Agustus 2017). Sekarang lagi ramai pelarangan SMP- IT Nurul Fikri di desa Sumberejo Sidoarjo. Alasan penolakannya adalah karena sekolah itu beraliran yang tidak sama dengan warga sekitar yang NU. Apakah itu benar?

Perbedaan faham keagamaan antara Salafi/Wahabi dengan Ahl-Sunnah Waljamaah memang sudah sangat lama. Pasang surut hubungan itu, bahkan dalam konfrensi di Chechnya, Wahabi dikeluarkan dari bagian Ahl Sunnah. (7 Hasil Muktamar Internasional Ahl Sunnah Wal Jamaah di Chechnya).

Secara ajaran dan aqidah memang ada perbedaan yang cukup antara Wahabi dan Ahl Sunnah (NU). Seperti juga yang pernah dibahas oleh Habib Rizig Syihab dengan TRILOGI TAUHID. Trilogi Tauhid Wahabi Masuk disekolah-sekolah
Apakah benar seperti itu? Seperti yang disampaikan oleh pimpinan SMP-IT Nurul Fikri, bahwa sekolah itu terafiliasi dengan JSIT (Jaringan Sekolah Islam terpadu).

Lalu Apakah JSIT itu? JSIT adalah Jaringan Sekolah Islam Terpadu. Dimana afiliasi politiknya atau ini kadang disebut sebagai underbow-nya partai politik PKS. Guru-guru JSIT mendapatkan pelatihan di Yogyakarta, dan salah satu buku wajib kurikulumnya adalah Aqidah karya Muhammad bin Abdul Wahab (Mengislam Jawa : 503). Jadi kalau ada kekhawatiran sekolah itu mengganggu atau akan bergesekan dengan warga sekitar bisa diterima.

Tetapi apapun itu, lepas bahwa Nurul Fikri itu JSIT dan berafiliasi ke PKS. Alasan penolakan itu sebenarnya kurang benar. Kalau tidak suka dengan alirannya (aqidah sebuah lembaga pendidikan), mestinya bentengi/jelaskan saja pada warga sehingga warga tidak memasukkan anaknya sekolah disana. Sebab pilihan memasukkan anak itu hak pribadi (terserah orang tua), sementara pendirian sekolah itu hak umum yang dilindungi undang-undang.

Kita mestinya tahu di indonesia ini banyak perbedaan. Bisa beda agama (ada 5 agama), bisa beda madzab (ada Sunnah, Syiah juga Wahabi), dan masing-masing merekapun masih bermanhaj-manhaj. Juga masih ada lainnya yaitu aliran kepercayaan.

Kalau model-model begini (tidak mampu dan bijak dalam mengelola perbedaan) terus berlanjut, maka kita akan makin mengeras, saling curiga, kurang dewasa, dan toleran terhadap perbedaan.

Negara ini adalah negara NKRI dan dan ber Bhenika Tungga Ika.

(FT/N/S-ma).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s