30 Duta Perempuan Perdamaian menghadang Terorisme

Fokustoday.com- Lamongan, 20 Agustus 2017

Kabupaten Lamongan bakal memiliki 30 Perempuan Duta Perdamaian. Perempuan muda yang menjadi duta perdamaian ini akan menjadi benteng faham-faham radikal. Selain itu, kaum perempuan muda juga bisa membantu menyadarkan perannya dalam pembangunan.

duta wanita.jpg

Perempuan Duta Perdamaian ini dibentuk oleh International The Global Network for Woman Peacebuilder (GNWP) dan Muslimat NU Lamongan, Aman Indonesia dan Universitas Indonesia. Mereka akan melatih 30 gadis duta perdamaian (Girl ambassadors for peace).

“Duta perdamaian ini diterjunkan karena seperti disinyalir Ansyaad Mbai, mantan kepala BNPT yang pernah menegaskan, semakin keras upaya melancarkan tekanan secara fisik (physical pressure) kepada kelompok radikal, maka kelompok tersebut bisa semakin radikal dan untuk memperkuat sel-sel gerakan dan memperluas jaringan mereka,” ujar Mavic Cabrera Balleza, Koordinator International The Global Network for Woman Peacebuilder (GNWP) saat ditemui di sela focus group discussion (FGD) bertemakan Penanganan Radikalisme di Lamongan, Sabtu (19/8/2017).

duta wanita2.jpg

Bersama dengan lembaga yang berafiliasi dengan PBB ini, sambung Mavic, pihaknya akan melakukan kegiatan dan pendampingan di desa-desa selama setahun di Lamongan.

Menurut Mavic, strategi tidak langsung atau indirect strategy sangat dibutuhkan dalam mengikis akar radikalisme dan akan mampu memperkuat ketahanan masyarakat atau kelompok rentan melalui pendidikan, pendampingan dan pemberdayaan.

“Pendekatan semacam ini akan mengajak semua pihak baik pemerintah, organisasi masyarakat sipil dan juga institusi pendidikan untuk bekerja bersama secara massif sesuai bidangnya masing-masing,” terangnya.

Lebih jauh, Mavic menyebut, peran masyarakat sipil juga sangat besar dalam membangun kesadaran toleransi dan ke-binekaan sebagai upaya pencegahan radikalisme di sekolah, kampus dan di komunitas-komunitas. Salah satu komponen penting dalam penanganan ekstremisme, kata Mavic, adalah peran anak muda perempuan.

“Mengapa demikian? Sebab, sejumlah data menyebutkan, anak muda menjadi salah satu kelompok rentan terpapar ideologi radikal yang bersumber dari propaganda di dunia maya maupun media pendidikan di sekolah atau kampus,” ucapnya.

Sementara Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati mendukung penuh atas kerjasama GNWP dengan Muslimat NU Lamongan. “Ibu adalah benteng awal dari paham-paham radikalis. Ibu adalah orang pertama yang mendidik karakter anak. Orang pertama yang menyediakan makanan sehat bagi anak-anaknya,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri berbagai komponen masyarakat dan pemerintahan. Mulai dari perwakilan Universitas Islam Lamongan (Unisla) Dinas Sosial, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, juga siswi wakil SMAN 2 dan 1 Lamongan dan ponpes Al-Isah Paciran. Selain itu, FGD yang bertema strategi Memperkuat Peran Perempuan Muda dalam Pembangunan Perdamaian di Gedung Budi Luhur Lamongan ini juga dihadiri Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi yang juga mantan kombatan. (Ft/Nas/DE)

Sumber: detik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s