Dubes Arab Saudi tidak temui di NU ada unsur Syi’ahnya

pbnu2

Pertemuan dengan PP Muslimat NU

Fokustoday.com-17 November 2017

Arab Saudi sedang mereformasi hubungannya dengan negara-negara Islam agar menjadi hubungan yang baik. Hubungan Arab Saudi dengan Nahdlatul Ulama (NU) yang dulunya dinilai buruk, kini sudah tidak lagi. Hal ini terbukti adanya keinginan Arab Saudi mengembangkan Islam moderat dengan menggandeng NU.

Selain adanya pertemuan antara PBNU dan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi Usamah bin Muhammad, PP Muslimat NU dengan Dubes Arab Saudi juga menjalin pertemuan. (baca : Gagasan NU sebagai Islam Transnasional disambut baik Arab Saudi)

“Pak Dubes Usamah berkali-kali mengatakan bahwa dulu memang hubungan antara NU dengan Saudi agak buruk, tapi sekarang tidak seperti itu lagi, dan beliau ingin agar kita semua menatap masa depan,” kata Yenny Wahid saat menceritakan pertemuan PP Muslimat NU dengan Dubes Arab Saudi (13/11/2017).

Dikatakan Yenny, Dubes juga mengundang secara khusus Kiai Said Aqil Siroj untuk makan malam di rumahnya. “Kiai Said ternyata adalah orang yang lembut dan sangat sopan,” kata Usamah.

“Selama ini dikatakan bahwa di NU ada Syi’ah dan lain-lain, itu semua ternyata tidak kami temui dalam kenyataannya,” lanjutnya

Minta Petuah ke Kiai Said tentang Islam Moderat

Pada kesempatan lain, komitmen Kerajaan Arab Saudi untuk mengembangkan Islam moderat ditindaklanjuti oleh Usamah dengan menggandeng Nahdlatul Ulama (NU). Dalam pertemuan tersebut, Kiai Said menyampaikan “petuah” bahwa komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam mengembangkan Islam moderat dapat dimulai dengan menghormati dan memberikan jaminan Kebebasan bermadzhab kepada seluruh umat Islam dunia yang melaksanakan haji dan umrah di tanah haram.

Kepada Kiai Said, Usamah bin Muhammad menyampaikan komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam mengembangkan Islam moderat.

“Yang lalu biarlah berlalu. Mari kita bekerja sama mengembangkan Islam moderat,” kata Usamah sebagaimana dilansir NU Online (14/11/2017).

Sementara itu, Kiai Said mengatakan kepada Dubes Arab Saudi bahwa dirinya tidak mempersoalkan Pemerintah Arab Saudi.

“Yang saya persoalkan selama ini Wahabi alumni Arab Saudi yang mensyirik-syirikkan, mengkafir-kafirkan, membid’ah-bid’ahkan Muslim Indonesia,” tegas Kiai Said.

Salah seorang Ketua PBNU H Muhammad Sulton Fatoni mengatakan, kira-kira tujuh tahun lalu Kiai Said memulai bersikap tegas dan kukuh menentang dan melawan keras Wahabi di Indonesia.

“Selama itu pula PBNU menutup komunikasi dengan Kedubes Arab Saudi,” jelas Sulton.

Hal itu, sambungnya, bermula dari peristiwa tokoh utama Wahabi berkata dan bersikap sombong dan congkak terhadap beberapa kiai saat acara resmi. Kiai Said tentu sangat geram namun masih bisa menahan diri.

“Kini ada indikator situasi di Arab Saudi membaik. Mereka bertekad mengembangkan Islam moderat. PBNU pun kembali membuka komunikasi dengan Kedubes Arab Saudi,” terang Sulton.

Islam moderat sudah lama dikembangkan oleh NU ke seluruh dunia untuk membangun perdamaian. Dalam hal ini, Kerajaan Arab Saudi mengakui reputasi NU sehingga perlu menggandengnya untuk mewujudkan misi tersebut secara global. (ft/nas/es)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s