[ Pertanian Masa Depan ] dengan hidupnya Cacing di Tanah Mars

planet merah

Planet Mars

Fokustoday.com-6 Desember 2017

Harapan manusia untuk dapat menanam tumbuhan diPlanet Mars, semakin besar menyusul keberhasilan ilmuwan mengembangkan cacing tanah di tanah Mars yang disimulasikan. Adanya keturunan cacing tanah, yakni dua cacing muda di tanah simulasi Mars, menjadi tonggak penting bagi pertanian masa depan di Mars.

Dua cacing muda tersebut, merupakan hasil dari percobaan NASA. Wieger Wamelink, seorang ahli biologi di Universitas Wageningen dan Pusat Penelitian di Belanda, menjalankan percobaan pertumbuhan tanaman dalam tanah Mars yang disimulasikan.

Ia menambahkan tanaman rucola (dikenal sebagai roket atau arugula), pupuk kandang, dan cacing tanah. Mereka menemukan cacing tanah tidak hanya bisa hidup, tapi juga menghasilkan keturunan pertama mereka.

Baca : Google Duo bikin browsing Internet lebih irit dipakai di Indonesia

Tanah simulasi Mars adalah alat yang sangat penting untuk meneliti misi Mars. Ini telah dikembangkan oleh NASA berdasarkan data yang diperoleh dari pesawat yang mengorbit di Mars.

Komposisinya pun dibuat sedekat mungkin dengan materi di Mars berdasarkan informasi yang ada.

Di bumi, secara teknis tidak tepat menyebutnya tanah. Karena tanah mengandung bahan organik.

Namun para ilmuwan planet menggunakan kata tanah untuk membedakan bahan lebih halus di regolith Mars dari batuan dan kerikil.

Tanah simulasi Mars ini digunakan untuk mengetahui bagaimana tanah dan debu di Mars akan mempengaruhi hal-hal seperti robot rover, peralatan pertambangan, dan baju luar angkasa.

NASA merencanakan dapat mengirim manusia ke planet merah pada 2030. Mars dianggap planet yang dianggap layak huni untuk manusia. Namun, jika manusia ingin tinggal di sana dalam jangka panjang, maka Planet Merah ini harus dibuat ekosistem agar suhu dan kelembaban atmosfer dapat dikendalikan.

Dilansir dari laman NBC News, Rabu (6/12/2017), ekosistem tersebut idealnya menggunakan bahan limbah yang tersedia, termasuk pupuk kandang dan bahan organik. Ditambahkan cacing tanah. Tujuannya agar cacing tanah mencerna tanaman yang membusuk dan mengubahnya menjadi nutrisi.

Mars memiliki pelapukan terbatas dibandingkan dengan bumi. Meski itu berari butiran tanah Mars memiliki tepi tajam yang bisa membahayakan saluran pencernaan cacing tanah.

Untuk mengetahui khasiat penambahan, tim menyiapkan beberapa pot yang ditanami dengan rucola. Mereka membandingkan tanah Mars dengan pasir perak yang berbasis kuarsa, digunakan untuk berkebun di bumi untuk aerasi tanah.

Kemudian pot-pot tersebut ditambahi pupuk kandang dan cacing tanah. Para para peneliti juga menemukan lubang yang digali cacing di tanah dapat memperbaiki struktur tanah, sehingga memudahkan udara untuk menembus tanah dan memberi makan tanaman. (ft/iptek/nas)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s