Alasan Politikus PKS Gunakan Istilah “Liqo” dan “Juz” untuk Kode Korupsi

Fokustoday.com, 7 Desember 2017 – 

Jaksa KPK mengungkap dugaan komunikasi dengan kode Bahasa Arab, “liqo” dan “juz“, terkait penyerahan uang kepada anggota DPR dari Fraksi PKS Yudi Widiana. Perantara penyerahan uang tersebut, M Kurniawan, menjelaskan alasan penggunaan kode tersebut

m kurniawan

Anggota DPRD Bekasi Muhammad Kurniawan

Kurniawan merupakan politikus PKS yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bekasi. Menurut Kurniawan, kode Bahasa Arab tersebut merupakan hal yang spontan.


“Sebenarnya tidak ada maksud khusus, itu mengalir saja. Tidak ada kesepakatan apa-apa soal kalimat itu, spontan saja,” ujar Kurniawan saat bersaksi untuk terdakwa So Kok Seng alias Aseng di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (8/6/2017).

Kurniawan mengakui menjadi perantara penyerahan fee dari Aseng kepada Yudi Widiana terkait program aspirasi tahun 2015 sebesar Rp 4 miliar dan tahun 2016 sebesar Rp 7,5 miliar.

Aseng pada 2014 meminta bantuan Kurniawan untuk mengupayakan usulan program aspirasi tahun 2015. Kurniawan menyanggupi permintaan Aseng dan menyatakan akan mengusahakannya melalui Yudi Widiana. Aseng juga menjanjikan ada fee 5% untuk Yudi Widiana.

Program aspirasi yang diusulkan Aseng pada 2015 di antaranya pembangunan jalan Banggoi Kobisonta, Jembatan Wai Satu, dan Jalan Ibra-Langur. Sedangkan di tahun 2016 terdiri dari pembangunan jalan Pasahari-Kobisonta, pelebaran jalan Kobisonta-Pasahari Maluku Tengah, dan pelebaran jalan Kobisonta Bonggoi Bula di Maluku Tengah.

Ditanya apa tujuannya mau menjadi perantara. Kurniawan mengaku tak dijanjikan keuntungan apapun oleh kedua belah pihak.

“Pertama saya memang jujur, siapa tahu saya bisa mendapat pekerjaan dari Pak Aseng, kalau dari Pak Yudi ya karena beliau senior saya. Saya hanya membantu sebatas saya kenal Pak Aseng beliau bekerja pekerjaannya baik, ya sudah dicarikan aspirasi, disambungkan saja,” tutur Kurniawan yang merupakan mantan staf Yudi Widiana di DPR.

Liqo’ dalam bahasa Arab artinya pertemuan. Di Indonesia, istilah itu digunakan untuk menyebut perkumpulan kecil sejumlah orang yang membaca Alquran bersama-sama. Sementara istilah ‘juz’ yang digunakan mengacu pada juz Alquran. Untuk lebih jelasnya baca lin-link terkait. (Detik/am)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s