PBB : Korupsi 771 Trilyun Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

Abdullah Saleh 4

Abdullah Saleh

Fokustoday.com – Yaman. 7 Desember 2017.
Mantan Presiden Diktator Yaman, Abdullah Saleh yang Pro Saudi, ditemukan oleh PBB banyak melakukan korupsi di negaranya yang cukup miskin, sampai 771 Trilyun.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yakin bekas Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh mencuri duit negara US$ 60 miliar atau setara dengan Rp 771 trilun semasa 33 tahun memegang kekuasaan.

Dalam sidangnya, Rabu, 25 Februari 2015, Dewan Keamanan menyatakan aset Saleh tersimpan di sedikitnya 20 negara. “Tim sedang menginvestigasi hubungan bekas pemimpin ini dengan sejumlah pengusaha dalam menyembunyikan kekayaannya.”

Sidang yang diikuti oleh 15 anggota Dewan tersebut juga memutuskan untuk memberikan sanksi, termasuk membekukan seluruh aset Saleh, presiden yang dipaksa turun dari kekuasaannya pada 2012 oleh negara-negara Teluk.

Dewan memasukkan Saleh dalam daftar hitam karena dianggap menjadi dalang kerusuhan di Yaman, termasuk memberikan dukungan terhadap kaum Houthi merebut kekuasaan di Sana’a. Adapun laporan lain menyebutkan, Saleh telah membangun kekayaan pribadinya melalui jalan korupsi, menerima imbalan dari kontrak penjualan minyak dan gas, mencuri dana masyarakat, dan kegiatan pencurian lainnya.

 “Kekayaan Ali Abdullah Saleh diyakini berasal dari praktek korupsi semasa menjabat sebagai presiden. Semua itu berasal dari kontrak penjualan minyak dan gas di Yaman,” tulis Dewan dalam keputusan sidang Rabu. “Dewan juga menuding Ali Abdullah Saleh, koleganya, keluarga, serta rekan-rekan bisnisnya mencuri uang dari program subsidi minyak.”

Korupsi, jelas Dewan, masuk ke kantong Saleh sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 26 triliun setiap tahun. “Duit negara itu ditilap selama tiga dekade kekuasaannya,” jelas Dewan.

Menurut para peserta sidang, sanksi Dewan Keamanan tak mengejutkan Saleh yang sedang giat mencari jalan menyembunyikan asetnya. “Dia punya waktu dan kesempatan untuk menghindari pembekuan aset.”

Tudingan bahwa perang di Yaman itu adalah konflik Ideologi yang sering dibawa-bawa di Indonesia tidak menemukan pendasarannya. Abdullah Saleh yang digulingkan “People Power” adalah seorang Syiah Zaidi, Syiah yang sangat dekat dengan Ahl Sunnah (Pro-Saudi), demikian juga Manshour al Hadi Penggantinya yang digulingkan oleh al Houthi.  Abdullah Saleh meninggal dalam serangan kelompok al Houthi karena dianggap berkhianat. (Ft/Int/Al Jazeerah/Tempo/Ma).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s