[Fakta Yang Jarang diketahui] Tentang Masjidil Aqsha, Jami Al Qibli dan Dome of Rock di Yerusalem.

Masjid al Aqsha.jpg

Masjid Al Aqsha yang didalamnya ada masjid al Qibli atau Jami’ al Aqsha dan Qubah al Shakra atau Dome of The Rock

Fokustoday.com – Jakarta/OPINI/Iptek. 17 Desember 2017.
Banyak propaganda dan salah informasi tentang klaim masjid al Aqsha. Pertanyaan yang sering timbul. Itu siapa yang paling memiliki hak akan tempat itu? Bagaimana sejarah berdirinya. Apa yang sakral disana buat Yahudi dan Islam juga Kristen? Sebab disana ada Jami’ al Aqsha atau masjid Qibli, dan juga ada Dome of The Rock serta komplek Masjid al Aqsha. 

Kubah Shakhrah (Arab: مسجد قبة الصخرة (baca: Qubbah As-Sakhrah), Ibrani: כיפת הסלע (baca.: Kipat Hasela), Turki: Kubbetüs Sahra, Inggris: Dome of the Rock, arti harfiah: “Kubah Batu”) adalah sebuah bangunan persegi delapan berkubah emas yang terletak di tengah kompleks Masjid Al Aqsha. Kompleks ini sendiri berada dalam tembok Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur). Tempat ini disucikan dalam agama Islam dan Yahudi. Kubah Shakhrah ini selesai didirikan tahun 691 Masehi, menjadikannya bangunan Islam tertua yang masih ada di dunia. Di dalam kubah ini terdapat batu Ash-Shakhrah yang menjadi tempat suci bagi umat Yahudi dan umat Islam.

Masjid Al Aqsha (Arab: المسجد الاقصى‎, Tentang suara ini Al-Masjid Al-Aqsha, arti harfiah: “masjid terjauh”, juga disebut dengan Baitul Maqdis atau Bait Suci (Arab: بيت المقدس‎, bahasa Ibrani: בֵּית־הַמִּקְדָּשׁBeit HaMikdash), Al Haram Asy Syarif (Arab: الحرم الشريف‎, al-Ḥaram asy-Syarīf, “Tanah Suci yang Mulia”, atau الحرم القدسي الشريفal-Ḥaram al-Qudsī asy-Syarīf, “Tanah Suci Yerusalem yang Mulia”), Bukit Kuil (bahasa Ibrani: הַר הַבַּיִתHar HaBáyit), adalah nama sebuah kompleks seluas 144.000 meter persegi yang berada di Kota Lama Yerusalem. Kompleks ini menjadi tempat yang disucikan oleh umat Islam, Yahudi, dan Kristen.

Masjid al Aqsha 2.jpg

Sholat Jum’at Ummat Islam menghadap ke Mekkah/Kabkab

Tempat ini sering dikelirukan dengan Jami’ Al Aqsha atau Masjid Al Qibli. Jami’ Al Aqsha adalah masjid berkubah biru yang menjadi bagian dari kompleks Masjid Al Aqsha sebelah selatan, sedangkan Masjidil Aqsha sendiri adalah nama dari kompleks tersebut, yang di dalamnya tidak hanya terdiri dari Jami’ Al Aqsha (bangunan berkubah biru) itu sendiri, tetapi juga Kubah Shakhrah (bangunan berkubah emas) dan berbagai situs lainnya.

Dikutip dari berbagai sumber, Dome of The Rock berada dalam satu kompleks Al-Haram Asy-Syarif. Kaum Yahudi biasa menyebutnya Temple Mount (Gunung Kuil).  Kubah Batu atau yang disebut sebagai Qubbat As-Sakhrah tersebut dibangun pada masa Umayyah, antara tahun 691 dan 715 Masehi, terus terjadi penaklukan oleh Kristen lalu dibuka kembali oleh Sholahuddin al Ayyubi dan seterusnya sampai akhir-akhir ini.

Yang menarik dan istimewa di sana adalah terdapat batu yang diyakini menjadi tempat pijakan Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra Mikraj. Selain itu, bagi umat Yahudi, batu itu disebut sebagai tempat Nabi Ibrahim menyembelih anaknya, Ishak. Diyakini pula tempat tersebut sebagai tempat lahir Nabi Daud, dan kemungkinan makam nabi Sulaiman.

Dome of The Rock berbentuk oktagonal atau persegi delapan. Struktur bangunan mengambil tradisi arsitektur khas Bizantium pada abad ke-7. Tahapan pembangunan sekaligus menunjukkan gaya arsitektur yang berbeda untuk pembangunan masjid.

Kubah batu tersebut memiliki diameter sekitar 65 kaki atau 20 meter. Di bawah kubah, terdapat batu yang diyakini sebagai pijakan Nabi Muhammad ketika perjalanan Isra Mikraj. Batu tersebut dilindungi oleh pagar dan terdapat tangga yang mengarah ke gua, yang terdapat di bawah permukaan batu.

Di bagian interior dan eksterior dihiasi marmer, mosaik, dan plakat logam. Terdapat pula kaligrafi di sepanjang sisinya. Kemudian pada masa kepemimpinan Ottoman, Dome of The Rock dipercantik. Kubahnya dilapisi emas serta langit-langit segi delapan juga ditutupi ukiran kayu Ottoman.

Bentuk kubah yang menawan menjadikan Dome of The Rock sebagai pelopor penggunaan kubah berbentuk setengah bola. Selain itu, Dome of The Rock menjadi salah satu bangunan dengan kubah terindah di dunia.

Di balik histori dan keindahan, Dome of The Rock turut menjadi saksi konflik dan insiden yang terjadi di kompleks Al-Aqsa. Salah satunya bentrokan yang pernah terjadi terjadi. Serangan tersebut dipicu lantaran ada pembatasan beribadah umat Islam di Al-Aqsa oleh pasukan keamanan Israel.

Qubbat As-Sakhrah atau Mount Temple atau Dome of the Rock, lebih merupakan bangunan suci daripada Masjid buat ummat Islam. Sehingga mereka lebih dominan sholat di Masjid jami’al Aqsha.

Masjid al Aqsha 3.jpgSejak tahun 1967 Israel menguasai daerah tersebut dan memberikan izin Yahudi untuk beribadah ke Dome of The Rock, tetapi lama-kelamaan, Polisi Israel justru membatasi orang-orang muslim yang masuk ke kompleks Kota Tua. Mereka melarang orang-orang berusia di bawah 50 tahun kesana., bahkan melarang sholat jum’at disana.

Protes keras pun muncul dan demonstrasi tak terelakkan disana dan itu sering terjadi sampai sekarang. Tempat itu milik bersama bukan milik Muslim saja apalagi hanya Yahudi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s