(Video) Eksodus Teroris ISIS Meninggalkan Bekas Bentengnya, Raqqa Tanpa Hambatan

Fokustoday.com, 29 Desember 2017 – 

Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS (SDF) telah menyediakan layanan video Ruptly RT dengan cuplikan yang mengkonfirmasikan laporan dari sebuah konvoi ISIS/IS yang beranggotakan ratusan orang meninggalkan bekas bentengnya, Raqqa, tanpa hambatan sama sekali.

ISIS

Truk yang membawa gerombolan teroris ISIS/IS

Kantor berita video RT’s Ruptly telah berbicara dengan para pejuang SDF di Suriah, yang memastikan untuk pertama kalinya militan Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS) dengan bebas meninggalkan Raqqa dalam apa yang sebelumnya digambarkan oleh sebuah laporan investigasi BBC sebagai IS “Eksodus.” Para pejuang SDF berjaga-jaga saat mereka menyaksikan dan memfilmkan truk-truk, bus, dan mobil berat yang membawa gerilyawan IS dari kota yang bebas.

“Kami melihat mereka dengan mata kepala sendiri saat IS pergi. Ada banyak dari mereka, kami tidak takut pada mereka, “kata seorang pejuang SDF kepada Ruptly pada akhir November. Dia menunjukkan rekaman yang menampilkan konvoi di telepon genggamnya, mengatakan bahwa dia telah merekamnya dan menyimpannya.

“Saya melihat IS, mereka pergi dengan lokomotif dan bus, mereka membawa barang bawaan mereka dan menuju ke Rumelan,” kata pejuang SDF lainnya. “Mereka terus sampai Deir [ez-Zor]. Saya tidak tahu ke mana mereka menuju setelah itu, apakah ke Abu-Kamal atau Mayadeen, mereka mengambil jalan itu”.

Dia menambahkan ada sekitar 1.000 pejuang IS yang terluka dan sekitar 2.000 orang yang tampak tidak terluka.

Pada bulan November, BBC melaporkan bahwa “kesepakatan rahasia” antara koalisi pimpinan AS dan Inggris dan pasukan Kurdi mengizinkan ratusan teroris IS untuk meninggalkan Raqqa dengan damai dalam sebuah konvoi panjang yang terdiri dari hingga 50 truk, lebih dari selusin bus dan sekitar 100 kendaraan lainnya. Awalnya baik koalisi maupun pasukan Kurdi mengakui bagian mereka dalam memberikan jalan bebas bagi para teroris. Namun, Col Ryan Dillon, juru bicara Operation Inherent Resolve, kemudian mengatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak pernah menjadi rahasia, yang mengkonfirmasikan bahwa Washington menerima kesepakatan tersebut.

Baca Juga :

Kota Suriah Raqqa, yang dulu merupakan ibukota de facto IS, berada di bawah kendali SDF pada tanggal 20 Oktober, setelah pertempuran sengit selama empat bulan. Apa yang tersisa dari kota itu digambarkan sebagai neraka di bumi” karena skala kehancuran.

Pembebasan juga datang dengan harga yang sangat tinggi untuk warga sipil, dengan setidaknya 1.800 korban jiwa, menurut Airwars, sebuah proyek transparansi yang dipimpin jurnalis. (FT/akm)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s