Soal Ancaman Trump, Kemhan : Kita Tidak Mau Disetir oleh Amerika

indoFokustoday.com, – 30 Desember 2017

Jakarta, Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan dana bantuan tak akan berpengaruh terhadap Indonesia. Ancaman Trump ditujukan kepada negara-negara yang pada pemungutan suara di PBB menentang keputusan Amerika soal Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Sejauh ini kita jalan seperti biasa. Kita adalah negara besar yang tidak bisa dikendalikan atau disetir semudah itu. Itu bukan hibah yang sudah ada tapi the coming procurement,” ujar Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Ekonomi, Bondan Tiara dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2017).

Ancaman Trump tersebut, menurut Tiara, sudah dibahas dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. Pembahasan juga telah dilakukan secara rinci.

Tiara menegaskan, Indonesia merupakan negara yang memiliki kedaulatan sehingga tak bisa semena-mena diinjak oleh negara lain.

“Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, kita memastikan dampaknya akan sangat minimal terhadap Indonesia terhadap sanksi tersebut,” tuturnya.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa sebelumnya telah meloloskan rancangan resolusi mengenai status Yerusalem setelah pemungutan suara yang digelar di New York pada Kamis (21/12/2017).

Sebanyak 128 negara anggota memilih setuju dengan rancangan resolusi yang menolak keputusan Amerika Serikat untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Selain AS dan Israel, tujuh negara lain yang tak setuju dengan rancangan resolusi Majelis Umum PBB itu adalah Guatemala, Honduras, Togo, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Kepulauan Marshall.

Terkait hasil tersebut, Donald Trump mengancam pemutusan bantuan keuangan kepada negara-negara yang mendukung resolusi PBB untuk menentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Mereka mengambil jutaan dollar dan bahkan miliaran dollar. Mereka memberi suara yang menentang kami,” kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih.

“Biarkan mereka bersuara menentang kami. Kami akan menghemat banyak. Kami tidak peduli,” ucapnya.

Namun demikian, anggaran militer Indonesia tak terpengaruh dengan ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memotong bantuan dana untuk negara-negara pendukung draf resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal Yerusalem.

Resolusi ini membuat Amerika mengancam akan memotong bantuannya untuk negara-negara yang menolak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Menurut Bondan ancaman itu bisa berpengaruh pada pemutusan kerjasama antara Amerika Serikat dan Indonesia dalam pengembangan pesawat tempur generasi 4,5 KFX/IFX antara Indonesia dan Korea Selatan.

Dalam kerjasama itu, perusahaan besar di bidang pertahanan dan kedirgantaraan asal AS, Lockheed Martin, meyumbang teknologi pembuatan pesawat tempur tersebut. Namun, Kementerian Pertahanan tak mengkhawatirkan kemungkinan tersebut. “Kita adalah negara yang memiliki kedaulatan dan tidak bisa diinjak-injak negara lain. Kita kan bisa beli dari negara lain, kita punya kebebasan,” kata Bondan.

Dalam rangka pembuatan pesawat tersebut, dibutuhkan sejumlah sistem avionik dari perusahaan pertahanan asal AS, Lockheed Martin. Pemerintah masih terus merayu perusahaan asal AS itu, untuk mau menjual sistem avionik mereka.

“Tidak hanya Amerika (yang punya sistem Avionik), kita bisa (beli) dari negara lain, mungkin itu. Kita tidak bisa disetir negara lain, hubungan kerjasama kita sebesar-besarnya untuk kepentingan negara ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Indonesia tidak akan didikte oleh negara asing untuk urusan apapun, termasuk untuk urusan pertahanan.

“Kita percaya engineering itu bukan hanya milik sebuah negara, tapi kita punya pertimbangan-pertimbangan yang lain dan kita kan enggak cuma beli dari Amerika. Kita bisa beli dari negara lain dan kita punya kebebasan untuk memilih,” kata Bondan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perekonomian Indonesia tak terpengaruh ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump memotong bantuan dana untuk negara-negara pendukung draf resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal Yerusalem.

“Itu kan bantuan berupa hibah, akan berpengaruh bagi negara yang sangat tergantung, tapi Indonesia tidak,” ujar Sri Mulyani saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis, 28 Desember 2017.

Sri mengatakan bantuan hibah dari Amerika terhadap Indonesia selama ini lebih terkait dengan bantuan untuk perawatan militer. Amerika, menurut dia, memang memiliki kewenangan menentukan bantuan tersebut. “Tapi saya rasa Indonesia saat ini memiliki diversifikasi pembiayaan yang cukup beragam.”

Selain itu, kata Sri Mulyani, ancaman Donald Trump tidak akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia karena kapasitas keuangan daerah juga cukup kuat. “Jadi Indonesia tidak ada ketergantungan sama sekali, kami harap benar-benar tidak terpengaruh,” tuturnya. (ft/int/dk)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s