Analisa Peneliti AS: Iran makin kuat meski ditekan

iran

Pemimpin Spiritual Iran, Sayyid Ali Khamenei

Fokustoday.com-7 Januari 2018

Situs CNN dalam analisisnya menyatakan, meningkatnya ketegangan antara Iran dan Saudi adalah dampak dari dimulainya fase pasca-ISIS di kawasan Timteng.

Ben Wedeman, jurnalis senior CNN dalam masalah internasional, dalam kolomnya menulis, perang darat melawan ISIS kemungkinan akan segera berakhir. Namun rivalitas lama antara kerajaan Saudi dan Republik Islam Iran mulai memuncak di Lebanon; negara yang baik Teheran maupun Riyadh, saling menuduh satu sama lain melakukan campur tangan di sana.

Berita Terkait:

Rusia : AS Gagal Yakinkan DK-PBB Bahas Isu Protes di Iran

Rusia: AS Mengeksploitasi Demonstrasi Iran Untuk Lari Dari Kesepakatan Nuklir

Rusia : Kami Tidak Setuju dengan AS Soal Usulan Sidang PBB Terkait Protes di Iran

Terkait pengunduran diri Saad Hariri, Wedeman berpendapat, tiada keraguan bahwa langkah itu didalangi oleh Saudi. “Meski Riyadh membantah perannya dalam keputusan Hariri, namun banyak pihak di kawasan yang percaya bahwa Saudi khawatir Iran akan menjadi pihak terunggul di kawasan di fase pasca-ISIS,”tulis Wedeman.

Analis AS ini berpendapat, Iran memainkan peran kunci dalam membantu Baghdad memerangi ISIS. Iran, dengan dibantu Hizbullah, juga turut membantu pemerintah Suriah dalam menghadapi oposisi yang didukung Amerika dan negara-negara Teluk.

“Bagi orang Iran, sejarah mereka tak dihitung dengan dekade atau abad, tapi milenium. Seberapa keras usaha Amerika dan sekutunya untuk mengucilkan atau mengembargo Iran atas dalih program nuklirnya, tetap saja negara kaya minyak dan berpenduduk 80 juta ini terus berkembang. Ini (perkembangan pengaruh Iran) bukan hanya di negara-negara Arab saja. Saat ini Iran telah menjalin hubungan lebih dekat dengan Rusia dan Turki,”tulis Wedeman.

Wedeman lalu mengutip ucapan Rami Khouri, anggota senior universitas Amerika di Beirut. Khouri mengatakan,”Sejak masa Cyrus Agung, bangsa Iran adalah sebuah kekuatan regional. Mereka menguasai prinsip-prinsip kenegaraan.”

“Dibandingkan dengan Iran, Saudi dan sekutunya adalah amatir. Mereka berupaya melakukan sesuatu di Lebanon untuk menunjukkan diri mereka sebagai orang-orang tangguh, tapi mereka gagal dalam hal ini,”lanjut Khouri.

Menurut Wedeman, Saudi, Israel, dan Amerika telah berkali-kali berusaha menghadang pengaruh Hizbullah, sekutu utama Iran di Lebanon. Namun, hasilnya justru berbalik dari keinginan mereka.

“Upaya-upaya itu justru membuat Hizbullah, dan juga Iran, semakin kuat dari sebelumnya,”pungkas Wedeman. (ft/int/S/dE)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s