Ulama Suria : Prihatin Kampanye Kembali pada Al-Qur’an dan Hadits Tanpa Keilmuan Jelas.


NU Online.jpgFokustoday – Jakarta, 18 Januari 2018.

Akhir-akhir ini di dunia, utamanya di Indonesia marak dikampanyekan tentang “Kembali pada Al Qur’an dan Sunnah”.  Pertanyaannya apakah kita mampu memahami keduanya itu dengan baik? Apakah ulama-ulama itu tidak menggunakan keduanya (Al Qur’an dan Sunnah)? Lalu bagaimana mengambil keduanya itu yang memerlukan ijtihad (upaya sungguh-sungguh dan komprehennship)? inilah mungkin yang memprihatinkan akan kampanye diatas.

Ulama Suriah Syekh Abdurrozaq Syakhud An-Najmi Al-Hasani menyayangkan terhadap kelompok-kelompok yang mengkampanyekan kembali kepada Al-Qur’an dan hadits dan menolak pendapat imam-imam mazhab seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbali.

“Ini adalah kesesatan. Ini adalah upaya untuk mendegradasi Islam karena apa yang mereka kampanyekan sesungguhnya menjauhkan dan mendegradasi makna Islam, makna Al-Qur’an dan Hadits secara utuh,” katanya saat mengisi halaqah yang diadakan Lembaga Dakwah PBNU di lantai delapan gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (11/1).
Menurutnya, para imam mazhab adalah orang-orang yang senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW.
Ia menjelaskan, seseorang tidak mungkin dapat memahami dan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadits hanya dengan membaca Al-Qur’an dan Hadits karena ayat-ayat dalam Al-Qur’an itu global. Menurutnya, semua itu butuh ijtihad oleh orang-orang yang alim dan paham di bidangnya.
“Maka kalau kita mengaku kalau berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadits artinya kita juga harus mengakui hasil ijtihad dari empat imam mazhab tersebut dan tanpa menanfikan sedikit pun,” katanya.
Oleha karenanya, kelompok-kelompok yang mengajak kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits, tetapi menghilangkan dari pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan hasil ijtihad imam mazhab ini, sesungguhnya kelompok-kelompok ini menjauhkan diri dari Islam yang benar, yakni Islam yang dibawa Rasulullah SAW. Sebab, menurutnya, yang mewarisi ajaran Rasulullah adalah para ulama.
Pada forum tersebut, Syekh Abdurrozaq Syakhud An-Najmi Al-Hasani juga memberika ijazah sanad hadits kepada hadirin. (Husni Sahal/Abdullah Alawi, NU Online).
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s