Yordania Sepakati Kerjasama Pertahanan Dengan Pakta Militer NATO

natoFokustoday.com, – 20 Februari 2018

Amman, NATO (North Atlantic Treaty Organization) telah meluncurkan proyek tiga tahun untuk meningkatkan kapasitas Yordania dalam pengelolaan pertahanan dan krisis, kata aliansi tersebut Senin dalam siaran persnya.

“NATO meluncurkan Proyek Pengembangan Kapasitas Pertahanan untuk ‘Meningkatkan kapasitas Jordania untuk Manajemen Krisis’, pada hari Senin (19 Februari 2018),” siaran pers tersebut berbunyi. 

Proyek tiga tahun ini akan membantu Pusat Keamanan Nasional Yordania dan Manajemen Krisis bekerja dengan kapasitas operasional sepenuhnya. Menurut pernyataan tersebut, proyek tersebut dimungkinkan melalui kontribusi empat anggota NATO, Belanda, Jerman, Norwegia, dan Turki. Yordania bukan anggota NATO. Namun, termasuk sekutu utama aliansi.

Tahun lalu, The Wall Street Journal melaporkan, mengutip diplomat Arab, bahwa pemerintahan Donald Trump telah mendekati Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania dan Mesir melalui misi diplomatik mereka di Washington dengan proposal untuk membentuk sebuah pakta pertahanan yang didukung AS untuk melawan Iran.

Aliansi tersebut diharapkan untuk mengadopsi klausul respon kolektif, serupa dengan kesepakatan Pasal 5 NATO untuk melindungi satu sama lain jika terjadi serangan dari luar. Jika didirikan, blok tersebut juga akan berbagi intelijen dengan Israel dan menerima bantuan militer AS yang meningkat.(sput/ft/int/dk)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s