Direktorak Siber tangkap 18 Orang pelaku Ujaran Kebencian dan Berita Bohong (Hoax)

hoax.png

Fokustoday.com-Jakarta, 22 Februari 2018

Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Dittipidsiber Bareskrim) menangkap sebanyak 18 orang terkait kasus dugaan ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong alias hoaks, sejak awal tahun ini.

“Itu hanya khusus di Siber Bareskrim Polri,” kata Kepala Subdirektorat I Dittipidsiber Bareskrim Polri Komisaris Besar Irwan Anwar di kantornya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (21/2).

Dia menerangkan, kebanyakan isu yang disebarkan oleh para pelaku ujaran kebencian dan berita bohong melalui media sosial antara lain seputar penculikan ulama, guru mengaji, juga muazin.

Baca : Siber Polri : Ada Kelompok Mirip Saracen di Jawa Barat.

Selain itu, lanjutnya, terdapat juga kasus penghinaan tokoh agama, penguasa atau badan hukum, hingga bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Menurut Irwan, 18 tersangka itu terdiri dari 15 kasus berbeda. Lima kasus di antaranya merupakan berita bohong terkait ulama dengan jumlah tersangka sebanyak enam orang.

Baca : Kapolda Jatim: Masyarakat Jangan Paranoid Dengan Fenomena Orang Gila

Kemudian, lanjutnya, ada tiga kasus ujaran kebencian dan berita bohong terkait Presiden Joko Widodo dengan jumlah tersangka sebanyak tiga orang. Lalu, empat kasus berita bohong tentang anggota dewan dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan total empat tersangka dicokok.

Berikutnya, sebanyak tiga kasus ujaran kebencian dan berita bohong kepada kelompok tertentu dengan jumlah tersangka sebanyak lima orang.

Baca : Menag dan Kapolri di serang Hoax dengan pesan ber-viral

Irwan menerangkan, dari 18 tersangka yang ditahan, sembilan di antaranya berasal dari Jawa Barat. Sementara, lima lainnya dari Jakarta, satu dari Banten, satu Lampung, dan dua Sumatera Utara.

“Direktorat siber tidak menemukan adanya hubungan dari para tersangka, namun biasanya mereka menyebarkan berita bohong itu ke Facebook dari grup WhatsApp tertutup mereka,” bebernya.

Baca : Pasang Status Hoax Tentang PKI di Facebook, Netizen Jadi Tersangka

Menurutnya, seluruh tersangka dijerat Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektrpnik (ITE) dengan ancaman penjara tiga tahun. (ft/nas/es)

Iklan

2 pemikiran pada “Direktorak Siber tangkap 18 Orang pelaku Ujaran Kebencian dan Berita Bohong (Hoax)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s