Media Barat dan Fakta dalam Kasus Ghouta Timur Suria.

Milisi dan Faksi Salafi-Jihadi Suria

Milisi dan Faksi Salafi-Jihadi di Suria

Fokustoday.com – Suria. 25 Februari 2018.
Menarik melihat informasi dalam sebuah peperanga. Keduanya saling mengklaim kemenangan dan kebengisan satu bagian dan bagian lainnya. Tetapi ada akal sehat yang sedikit banyak bisa menganalisai dengan baik duduk perkaranya.

Suria awalnya adalah negara Demokratis yang dipimpin oleh Bassar Assad. Lepas dari kelebihan dan kekurangan, maka ada protes dan demontrasi. Karena kekecewaan dan lain sebagainya. Kekecewaan itu dan demontrasi disusul dengan pemberontakan. Mulai dari FSA (Free Suria Army), sampai Jihadist salafy yang banyak faksinya turun kesana dengan klaim jihad dan perang agama.

Baca : Serangan Pemberontak di Ghouta Timur Suriah, 4 Warga Tewas dan Puluhan Luka-luka

Entah dari mana kekuatan mereka, mereka melakukan teror, pemberontakan dan menguasai sebagian wilayah Suria. Para Faksi pemberontak itu termasuk terroris ISIS setelah pindah dari Iraq. AS, Israel yang berkepentingan Assad tumbang, dibantu dengan Saudi dan Qatar dalam mensponsori mereka.

Baca : Trump mengklaim Rusia-Iran-Turki sebagai Negara penyokong Anti-Kemanusiaan. Siapa yang benar ?

Pertanyaannya. Apakah pemerintah Assad akan diam saja? Jelas itu bukan pertanyaan logis. Assad dengan tentaranya melakukan upaya perlawanan dan pembersihan pada mereka. Tetapi anehnya berita yang ditampilkan terbalik. Saat Aleppo mau dibebaskan dari pemberontak, tertuding Assad dan pemerintahannya yang seakan-akan mau mencaplok daerah itu. Bukankah ini pembebasan dari pemberontak ISIS dan Jihadist lainnya kembali pada negara Suria?

Milisi Suria.jpg

Milisi Pemberontak Suria di Ghauta Timur

Dan akhir-akhir ini, Ketika Angkatan Darat Arab Suriah, dibantu Rusia, dan Iran bergerak lebih dekat untuk membebaskan bagian-bagian terakhir Syria yang tersisa yang masih diduduki kelompok Salafi-jihadi dari berbagai garis, propaganda perubahan rezim di media Barat dilakukan dengan sangat gencar. Mereka menggambarkan dengan lukisan dan gambar terbalik.

Baca : Kronologis Perang Suria Sampai Hari ini.

Kelompok Terroris dan pemberontak seperti Nusra dan Jaysh al-Islam, yang terakhir adalah faksi Salafi-jihad yang dominan di daerah Ghouta Timur, yang adalah ‘pemberontak’ – direhabilitasi namanya dengan menjadi  Partisan, oposisi Partai Kedua, yang sedang melawan rezim fasis yang brutal dan pendukung Rusia yang jahat.

Wartawan Inggris dan koresponden veteran Timur Tengah Robert Fisk mengatakan bahwa sebuah rekaman dari Ghouta – hampir seperti semua film dari Aleppo timur – tidak memberikan penjelasan sama sekali bahwa orang-orang bersenjata [Nusra dan Jaysh al-Islam] itu ada, dan melakukan perlawanan terhadap pemerintah yang sah.

Mereka para pemberontak mulai dari ISIS, Jabha Nusra dll yang diyakini oleh dunia sebagai Terroris, extrim dan lain sebagainya serta melakukan pemberontakan pada negara yang menguasai Ghauta Timur,  lalu mengapa mereka yang berjuang untuk mengalahkan mereka dikecam dan difitnah sebagai tukang jagal dan lain sebagainya. Ada agenda apa dibalik pemberitaan-pemberitaan itu?

Distorsi dan penyimpangan yang disengaja oleh para ideolog Barat dan informannya ketika sampai di Siria, orang-orang yang terus membuat kasus untuk sesuatu yang mereka gambarkan sebagai revolusi Suriah, padahal itu sebuah bentuk kolonialisme baru.

Kenyataannya, Anda tidak dapat menemukan sebuah revolusi di Suriah dengan menggunakan teleskop luar angkasa Hubble sekalipun – kecuali jika Anda yakin, kelompok-kelompok seperti Nusra dan Jaysh al-Islam membawa serta harapan dan impian Musim Semi Arab, bersama dengan kepala manusia yang telah mereka panen selama konflik ini.

Menulis di Guardian, Simon Tisdall menegaskan, “Dengan setiap anak yang meninggal, dengan setiap tindakan brutal yang tidak dijalani, Ghouta bagian timur lebih mirip dengan apa yang Kofi Annan sebut kejahatan terburuk yang dilakukan di tanah Eropa sejak 1945. Ghouta Timur berubah menjadi Srebrenica dari Syria. “

Sentimen semacam itu menimbulkan pertanyaan mengapa tidak ada pembandingan dengan Srebrenica terhadap pembantaian yang dilakukan Israel terhadap orang-orang Palestina di Gaza? Mengapa tidak ada pembandingan dengan Srebrenica mengenai pengeboman brutal militer Arab Saudi di Yaman, yang dijelaskan oleh Amnesty sebagai ‘perang yang terlupakan’?

Keinginan para pemegang kekuasaan perubahan rezim (AS dkk) tidak pernah mau melihat kenyataan dan belajar. Bagaimana kebohongan, bagaimana kenyataan dimanipulasi oleh mereka saat ingin mengubah Iraq dan Libya yang mengakibatkan kedua negara tersebut masuk ke jurang kehancuran sosial dan kekacauan, dan di mana-mana.

Penderitaan manusia yang disebabkan oleh konflik di Suriah tidak dalam perselisihan. Ratusan ribu orang terbunuh, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, dengan lebih banyak lagi yang terluka dan jutaan orang terpaksa melarikan diri, mengakibatkan krisis pengungsi. Ini adalah konflik yang sedang diupayakan berakhir oleh pemerintah Assad, tetapi perpanjangan penderitaan dan terusnya peperangan berkecamuk tidak lepas dan sangat terkait erat dengan dukungan yang diberikan kepada pemberontak. Barat selalu menganggap mereka sebagai sekutu regional mereka.

Coba dibayangkan apakah ada kesetaraan moral antara pemerintah yang sah dengan pemberontak dan separatis? Apakah ada kesetaraan moral antara pemerintah yang demokratis, menghargai hak-hak minoritas, non-sektarian dan masyarakat sekuler dengan Salafi-Jihadi (Jabha Nusra, Jaysh al-Islam dan ISIS), yang mengklaim paling benar, melibatkan pemberantasan bagi yang tidak sepaham dan pemusnahan minoritas?

Ghouta Timur di pinggiran kota Damaskus, dengan populasi sekitar 400.000, saat ini diduduki oleh orang-orang fanatik, terjadi pembunuhan sektarian, seperti ‘Khmer Merah’ yang benar-benar baru. Dan seperti halnya di Idlib, bagian barat daya Aleppo, pembebasannya oleh Tentara Arab Suriah dan sekutu-sekutunya tidak bisa segera datang, tetapi mesti harus segera dilakukan.

Sumber : Sputnik dan lainnya diolah. (Ft/Opini/SA).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s