Heboh : Polemik Kehadiran Aher, Dalam Seminar MCA di Jawa Barat?

Pamflet MCA

Heboh Flayer tentang Seminar MCA

Fokustoday.com – Jakarta, 2 Maret 2018.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menjadi pembicara dalam workshop yang digelar oleh Muslim Cyber Army (MCA). Pernyataan itu menanggapi sebuah poster yang mencantumkan namanya sebagai salah satu narasumber workshop MCA yang digelar di Convention Hall At-Taqwa Centre, Cirebon, pada 20 Desember 2017. Poster tersebut kemudian beredar di media sosial.

“Tidak, tidak [pernah],” ujar Aher di kediaman Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (1/3). Aher mengklaim tidak pernah menerima undangan dari MCA atau datang ke acara itu untuk menjadi pembicara workshop. Ia juga enggan berkomentar soal dugaan MCA mencatut namanya ke dalam poster tersebut.

“Tidak ada undangan apa-apa. Mungkin mau mengundang saya atau bagaimana, Saya tidak tahu,” ujarnya. “Saya tidak diundang. Saya tidak datang,” ujar Aher.

Acara yang digelar MCA bertema Cyber Dakwah. Selain Aher, dalam poster yang beredar juga tertulis nama narasumber lain dalam workshop tersebut, di antaranya Ketua ICMI Cirebon Achmad Kholid, Komisi Infokom MUI Pusat Ibnu Hamad, Pakar Cyber Buzzer Zeng Wai Zian, Ketum DPP PUI Nazar Haris, aktivis dakwah Dede Muharam, dan Ketua DPP PUI Ahmadie Thaha.

Sementara mengutip Republika  (2/3, 2018), Ustaz Ali salah satu panitia berkata , dari delapan narasumber yang tertulis di flyer, hanya empat orang yang hadir, yakni Achmad Kholiq (Ketua ICMI Kabupaten Cirebon merangkap Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Cirebon), Ibnu Dwi Cahyo, Admadie Thaha (selaku Ketua DPP PUI/Jamper Cyber Jihad), dan Dede Muharam (aktivis dakwah).

Adapun Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, yang juga diundang menjadi salah satu narasumber, tidak hadir. Gubernur diwakili oleh Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah III Cirebon, Andi.

Tidak ada seminar atau lokakarya yang terkait dengan Muslim Cyber Army (MCA) yang digelar di Cirebon, Jawa Barat, pada Desember tahun lalu. Workshop yang diselenggarakan sebenarnya tentang kondisi media sosial dan etika bermuamalah di media sosial berdasarkan pedoman yang dibuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) serta MUI.

Thaha membantah adanya kegiatan lokakarya yang terkait dengan MCA. Pria yang menjabat Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian di Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan bahwa isi kegiatan itu adalah pelatihan dan lokakarya.

Thaha mengatakan hanya ada empat pembicara yang hadir dalam kegiatan itu. Peserta kegiatan mencapai 350 orang.

Terkait adanya flyer kegiatan tertanggal 20 Desember 2017, yang menyebutkan nama MCA dan dihadiri sejumlah pembicara, Thaha mengakui flyer itu dibuat atas permintaan panitia. Ia mengatakan panitia ingin membuat flyer yang menarik minat masyarakat.

Namun saat mendapatkan laporan mengenai isi flyer itu, Thaha mengaku sudah meminta panitia memperbaikinya. Namun, flyer itu sudah terlanjur disebar panitia praacara.

Adanya dua flyer yang beredar, menurut Ustaz Ali, flyer tertanggal 20 Desember masih konsep awal dan belum fix, tetapi sudah disebarkan. Sebab, kegiatan sebenarnya berlangsung pada 22 Desember 2017.

Untuk menyebarluaskan acara itu, Ustaz Ali mengatakan, salah seorang panitia menggunakan jasa setting pembuatan poster yang ada di Kota Cirebon. Namun, konsep acara yang tertulis di flyer itu ternyata berbeda dengan kehendak panitia. Dalam flyer yang dibuat jasa setting itu, tertulis acara ‘Muslim Cyber Army, One Day Workshop Cyber Dakwah’.

Sumber : CNN Indonesia dan Republika.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s