Zat Dopamin Serta Psikologi Penerima dan Pembuat Hoax.

Dopamin Hoax.jpg

Dopamin dan Hoax

Fokustoday.com – Pendidikan, 7 Maret 2018.

Saat ini Hoax merajalela, disinilah kita perlu sedikit belajar sedikit mengenai psikologi massa. Sudah banyak yang mengingatkantentang tabayyun, tetapi komen fitnah, berita bohong dll terjadi.

Mengapa manusia ingin melakukan share, memberikan komentar, dukungan, share dan lain sebagainya? Itu semua adalah saluran kesenangan dan kebencian.

Disnilah otak kita menyemburkan dopamine. Dalam kadar yang berbeda, dopamine juga yang disemburkan otak ketika kita orgasme (bagi yang sudah pernah). Dopamine adalah neurotransmitter di dalam otak yang mengatur perasaan senang, puas, dan nikmat. Apalagi kalau status kita direspons oleh status lain baik yang mendukung maupun yang balik mencaci. Semburannya makin kencang ketika kita merasa “menang” saling hujat atau lawan berantem kita lalu diam saja. Kepuasannya semakin menjadi-jadi. Itulah mengapa status dan diskusi bahkan hujat menghujat sangat menggairahkan dan terjadi.

Baca : Zat Dopamin Serta Psikologi Penerima dan Pembuat Hoax.

Dalam novel “1984” Karya George Orwell. Masyarakat totalitarian dikumpulkan Dalam sebuah auditorium setiap minggu untuk event “two minutes hate” atau “dua menit kebencian” untuk bersama-sama menghujat dan mencaci maki “musuh” negara. Bahkan Winston Smith, si protagonis yang diam-diam seorang pemberontak yang juga bisa disebut “musuh” negara, ikut larut dalam kebencian. Katanya “A hideous ecstasy of fear and vindictiveness, a desire to kill, to torture, to smash faces in with a sledgehammer, seemed to flow through the whole group of people like an electric current, turning one even against one’s will into a grimacing, screaming lunatic.” Artinya “Kegairahan yang mengerikan akan ketakutan dan dendam, hasrat untuk membunuh, menyiksa, untuk menghantam muka orang dengan palu, semuanya seperti mengalir, menyembur dalam kerumunan atau kelompok seperti aliran listrik, mengubah tiap orang dalam kelompok menjadi wajah-wajah yang menakutkan.”

Baca : MCA (Muslim Cyber Army), Sindikat Penyebar Hoax dan Kebencian, Ditangkap Bareskrim Polri.

Media sosial adalah kerumunan massa. Dalam kerumunan, individu menjadi anonymous, kehilangan identitas. Individu dalam kerumunan kehilangan tanggung jawab pribadinya, secara ekstrim kehilangan rasa malunya, rasa hormatnya pada manusia lain di luar kelompoknya (out-group), bahkan moralitas bisa lenyap. Apalagi banyak akun media sosial yang tidak menunjukkan identitas sebenarnya.

Ada yang pernah ikut demonstrasi? Bersama ribuan orang kita berteriak-teriak menuntut sesuatu, dengan satu-dua provokasi setiap orang bisa jadi beringas dan berani melakukan apa saja. Hanya meriam air dan gas air mata yang bisa membubarkannya. Kerumunan ini tidak hanya di jalanan, tapi juga di dunia maya, kebencian akan semakin menjadi apabila ada provokasi, apalagi yang memprovokasi satu “kelompok” dengan kita (in-group), bisa kelompok agama, kelompok suku, kelompok preferensi, bahkan hanya karena warna baju yang sama.

Fenomena konformitas individu dalam kelompok macam ini juga pernah diteliti oleh Dr. Philip George Zimbardo, profesor psikologi dari Universitas Stanford pada Agustus 1971. Penelitiannya terkenal dengan nama Standford Prison Experiment. Zimbardo merekrut sukarelawan untuk ikut penelitiannya.

Mereka dibayar sama per hari. Ketika dimulai, peserta dibagi secara acak. Satu kelompok menjadi penjaga, satu kelompok menjadi tahanan. Dibuatkan penjara-penjaraan di gedung kampus. Eksperimen direncanakan berjalan 2 minggu. Mereka dibebaskan improvisasi dan diberi seragam yang berbeda antara penjaga dan tahanan. Baru dua hari berjalan, kelompok penjaga sudah memukuli tahanan yang tidak patuh, sementara kelompok tahanan luar biasa takut dengan penjaga dan berusaha “kabur” dari penjara. Padahal mereka bisa saja meminta untuk berhenti, karena itu adalah sebuah eksperiment (permainan).

Sumber : Kompas, Bondhan Kresna W. M.PSi. (diolah).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s