[GAWAT!!] 10 Situs-Situs Populer Google dikuasai media berbasis Salafi-Wahabi

situs islam

Penelusuran Situs Islam

Fokustoday.com- Jakarta, 11 Februari 2018

Media Islam jihad ternyata menduduki kata kunci pertama di halaman pertama Google saat mengetik keyword “media islam”, “situs islam” maupun “website islam”. Situs islam terpopuler ditempati oleh berita-berita Islam terupdate dari 10 media yang terindikasi berbasis salafi-wahabi.

Dalam setahun pantauan Dutaislam.com (2017-2018), setidaknya ada 12 situs Islam terpopuler yang menduduki halaman pertama Google hingga saat editorial ini dibuat tim redaksi pada 10 Sabtu, Maret 2018 pagi. Mereka ini bergantian sebagai yang dianggap Google mewakili suara Islam.

Baca : Cracker Dakwah Kaum Salafi Wahabi (Sawah) mencari simpati Umat

Berikut ini adalah situs Islam terbesar dan terpopuler yang nongkrong di halaman pertama Google dengan Alexa rank yang dibuat redaksi Dutaislam.com:

http ://www.eramuslim. com/ (624)
http ://www.hidayatullah. com/ (940)
http ://muslim. or.id/ (721)
http ://rumaysho. com/ (642)
http ://www.nahimunkar. org/ (2779)
http ://www.voa-islam. com/ (1.166)
http ://www.arrahmah. com/ (2784)
http ://www.dakwatuna. com/ (1620)
http ://www.panjimas. com/ (3521)
http ://www.islampos. com/ (1096)
http ://www.portal-islam. id/ (475)
http ://www.kiblat. net/ (1297)

Anehnya, NU Online pun sama sekali tidak muncul di Google untuk tiga kata kunci di atas, dimana portal-portal Islam yang diblokir pemerintah pada awal tahun 2017 lalu itu mengusasi medan pencarian.

Ya, di antara 12 daftar domain website di atas, ada empat situs yang pernah masuk dalam daftar situs yang diblokir pemerintah pasca aksi 212 akhir 2016 lalu.

Situs yang diblokir Kominfo pada tahun 2017 itu dianggap terlibat provokasi media berbau SARA dengan balutan sentiman kebencian atas nama agama. Keempatnya adalah situs voa-islam.com, nahimunkar.org, kiblat.net, dan islampos.com.

Baca : Pesantren Salafi bersifat transnasional dan berafiliasi ke Yaman dan Arab Saudi.

Situs-situs yang populer untuk kata kunci website Islam dianggap Kominfo pernah terlibat fitnah, provokasi SARA dan penghinaan simbol negara, meski akhirnya dibuka kembali dengan syarat yang tidak dipublikasikan.

Google menunjukkan, ketika orang mengetik kata kunci “media islam”, “situs islam” dan “website islam”, kata kunci teratas dan dicari netizen (populer), bukanlah “situs islam terbaik” atau “media islam ramah”, tapi “media islam jihad”, menyusul kemudian kata kunci “berita islam terupdate”, “suara islam”, dan “berita islam internasional”.

“Voa-islam” justru menjadi kata kunci di Google walau ia sebetulnya adalah nama domain website. Setelah itu, muncul lagi kata kunci “islam media online”, “media islam news”, “situs islam terbesar”, “situs islam terpoler”, “situs berita islam populer”, “kumpulan situs islam”, “web islam sesat”, dan “suara islam net”. Berikut daftar kata kuncinya:

Baca : Azyumardi Azra : Ada 200 Pesantren Wahabi Menolak Kibarkan Merah Putih

media islam jihad
berita islam terupdate
situs islam terpopuler
situs islam terbesar
situs berita islam populer
voa islam punya siapa
voa islam
suara islam
suara islam net
berita islam internasional
kumpulan situs islam
islam media online
media islam news
media islam dan pelecehan kristen
web islam sesat

Kata kunci paling atas dari Google itu, saling bergantian menempati urutan untuk tiga kata kunci “situs islam”, “media islam” dan “website islam”. Namun, yang teratas dan tidak tergantikan adalah kata kunci “media islam jihad”. Kata kunci itu ampuh sebagai bidikan tak terkalahkan.

Baca : Meruaknya gerakan intoleran Khalid Basalamah dengan mudah menyesatkan pihak lain
Media islam jihad jadi kata kunci utama situs Islam terpopler di Google
Apakah ini menunjukkan bahwa banyaknya orang mencari pengetahuan tentang jihad di situs-situs islam itu mengindikasikan kalau para jihadis mengandalkan internet sebagai media utama pembelajaran ideologi mereka?

Redaksi Dutaislam.com tidak mengkaji lebih dalam. Yang ditemukan di Google, website islam moderat yang berafiliasi secara ideologis dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan mengampanyekan aswaja NKRI, hanya muncul ketika mengetik kata kunci “media islam”. Dua situs tersebut adalah muslimedianews.com (MMN) dan arrahmah.co.id (bedakan dengan arrahmah.com yang penuh SARA).

Baca : Salah Kaprah: Mengkritik FPI,HTI,FUI, SALAFI dibilang mengkritik Islam.

Dua situs aswaja tersebut pun, muncul di Google karena memposting data “Top 20 Website Islam Rujukan Terbaik dan Terpercaya 2015”. Dan, sayangnya lagi, daftar website islam rujukan yang pertama kali diposting MMN pada 8 Februari 2015 lalu.

Dutaislam.com pun memilih cek atas daftar kumpulan situs islam susunan MMN yang murni media, bukan kliping pemikiran tokoh

Berikut ini adalah daftar website rujukan ala MMN beserta ranking Alexa nya dan terakhir update:

http ://www.nu.or.id/ (679)
http ://www.elhodaa.net/ (No Data)
http ://www.sarkub.com/ (7.999) | 3 Februari 2018
http ://www.piss-ktb.com/ (7.025)
http ://cyberdakwah.com/(21.742)
http ://www.moslemforall.com/ (45.776) | 3 Maret 2018
http ://www.madinatuliman.com/ (26.354) | Mati
http ://www.sufinews.com/ (70.716) | 16 Januari 2018
http ://www.mosleminfo.com/ (Mati)
https ://islam-institute.com/ (26.646) | 10 Maret 2018
https ://www.arrahmah.co.id/ (21.841)
http ://www.santrinews.com/ (54.865)
http ://www.aswajanu.com/ (70.607)
http :// www. muslimedianews. com/ (3.092)
http :// www. suara-muslim. com/ (No Data) | 11 Juni 2017
http :// www. aswj-rg. com/ (56.410) | 13 Juli 2016
http :// santri. net/ (14.561) | 22 Februari 2018

Dari top website Islam di atas, hanya NU Online yang terpantau rutin melakukan posting harian. NU Online lah yang dianggap redaksi Dutaislam.com paling bisa bersaing dengan 12 situs Islam terpopuler karena rank Alexa nya paling tinggi, yakni 679.

Di bawah NU Online ada muslim.or.id (721). Situs resmi NU yang digawangi CEO Savic Ali itu hampir mengejar rank Alexa rumaysho.com (642) dan eramuslim.com (624), tapi masih selisih lumayan banyak dengan website milik eks pkspiyungan, yaitu portal-islam.id (475), yang sekarang juga sudah menjadi kata kunci tersendiri di pencarian Google.

Nasib website Islam top yang disusun MMN memprihatinkan. Rank Alex nya rata-rata dapat nilai lebih dari 4 digit (puluhan ribu). Bahkan ada yang tidak mendapatkan rank Alexa (elhooda.net dan suara-muslim.com). Dua situs lagi malah mati, yakni mosleminfo.com dan madinatuliman.com.

Ada yang masih hidup domainnya, tapi dua tahun tidak update, sehingga rank Alexa nya terjun payung ke angka 56.410, yakni: aswj-rg . com. Ini belum rank Alexa untuk engine khusus agregasi situs media NU www. aswajanu . com, yang juga dapat dua rank paling buntut di antara daftar website Islam top versi MMN. Peringkatnya 70.607. Duh.

Dari hasil riset, redaksi Dutaislam.com menemukan kelemahan situs-situs Islam top versi MMN yang tidak bisa bersaing di halaman pertama Google untuk kata kunci “situs islam”, “media islam”, “website islam”. itu ada di tiga hal:

Tidak ada yang rutin update posting harian.
Sejak dari deskripsi website, tidak mencantumkan sebagai situs islam.
Kurang rajin memproduksi konten orisinil yang menarget kata kunci terpopler di Google soal keislaman dan berita Islam terupdate.

Temuan redaksi juga menyebutkan, voa-islam.com menempati urutan pertama halaman utama Google untuk keyword “media islam” karena deskripsi domain websitenya tertulis begini:

“Web Site berita Islam Indonesia, berita jihad dan berita dunia Islam. Dilengkapi artikel keislaman, konsultasi agama, kristologi, counter liberalisme, intelligent leaks, ruang khusus Muslimah dan Remaja“.

Hidayatullah.com juga demikian. Situs tersebut membuat deskripsi begini: “Situs Berita Dunia Islam. Politik, Ekonomi Islam, Syariat Islam, Dunia Islam, Majalah Hidayatullah“.

Hampir sama, islampos.com juga menggunakan keyword kata kunci paling dicari, yakni: “Berita Islam, Informasi Seputar Dunia Islam, Tuntunan Agama Islam, Belajar Islam , Media Islam Generasi Baru.

Kiblat.net tidak jauh beda. Ia membidik kata kunci di deskripnya yang muncul di Google begini: “Situs Berita Aktual Dunia Islam, Artikel Pilihan Tentang Jihad, Aqidah, Fiqh dan Wawasan Keislaman.”

Suara-islam.com yang sudah menjadi kata kunci Google ternyata membidik kata kunci ini: “suara islam online, media islam online, situs media islam, media islam indonesia, SI Online, portal berita Islam, website berita islam, situs berita islam, politik islam, ekonomi islam, produk halal, wisata syariah, khilafah, nkri bersyariah, FUI, FPI.”

Website muslim.or.id bisa nangkring di Google juga karena kata kunci ini: “Web pesantren online yang menyajikan artikel islami sesuai dengan pemahaman salafus shalih, dalam bidang aqidah, fikih, manhaj, akhlak, tazkiyatun nufus, sejarah islam, fatwa ulama.“.

Deskripsi situs islampos dan voa-islam saat diketik kata kunci “media islam”.

Kerja membuat deskripsi sejak dari deskripsi domain website inilah yang sepertinya luput dari media islam Aswaja, meskipun kinerja faktor lain juga sangat berpengaruh.

Tahun ini, NU Online menuduki urutan pertama untuk kata kunci khas dicari santri NU, yakni: “maulid nabi”, “islam nusantara” (masih bertarung dengan hidayatullah.com), “dalil tahlilan”, tapi untuk kata kunci “ziarah kubur”, NU Online harus bertarung dengan muslim.or.id yang berhasil di halaman urutan pertama.

Kata kunci “ayat-ayat bid’ah” masih dipegang muslim.or.id juga dengan judulnya “Larangan Terhadap Bid’ah dalam Al-Qur’an”. Disusul almanhaj.or.id dengan artikel “Penjelasan Tentang Keharusan Menjauhi Ahli Bid’ah”.

Perang kata kunci “ayat-ayat bid’ah”
Untuk kata kunci “jihad islam”, tidak ada website aswaja yang muncul mengimbangi republika.co.id, kiblat.net, hidayatullah.com dan voa-islam.com. NU Online absen dari arena halaman utama Google.

Kata kunci lain, bisa dibandingkan sendiri. Redaksi Dutaislam.com menyimpulkan, NU Online masih berjalan sendiri dalam ribuan kata kunci dengan puluhan website “media islam jihad” itu.

Dutaislam.com hanya melengkapi di lapak lain, yakni counter tanding melawan isu miring kepada NU, kiai, dan NKRI. Sejak tayang November 2015, kini rank Alexa Dutaislam.com baru di urutan 5.088, masih jauh untuk bersaing. (ft/nas/es)

Sumber: duta islam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s