Fakta-fakta Tentang Suria yang tidak Terungkap selama ini?

assad

Bassar al Assad

Fokustoday.com – Opini, 13 Maret 2018.
Dalam kasus konflik di Timur Tengah maka kita sering mendengar istilah Alumni Afghanistan, Alumni Suria, Alumni Mindanao dll. Dimana mereka itu adalah kelopok garis keras radikal dan takfiri. Mereka adalah kelompok yang terprovokasi kasus-kasus disana, lalu mereka berangkat dengan berbagai cara untuk melakukan “jihad” katanya. Kebiasaan dan faham itu banyak dibawa ke Indonesia. Sehingga kita lihat bagaimana alumni-alumni itu ada yang menjadi terroris, kelompok radikal, melakukan bom bunuh diri dan perilaku takfiri lainnya (Bom Bali dan bom-bom lainnya terpicu oleh mereka).Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (Al-Syami) berbeda dengan mereka 180 derajat. Mereka ini adalah pelajar disana, yang berangkat untuk menuntut ilmu baik dalam pesantren maupun universitas. Mereka berangkat kesana bukan karena konflik dan terprovokasi untuk menjadi “pengantin”, “mati syahid”, mendapat bidadari dengan cara berperang. Sebab sejatinya disana adalah konflik kepentingan antar ummat Islam.

Alsyamsi mengungkap paling tidak ada 10 fakta tentang Suriah yang selalu ditutup-tutupi oleh media-media takfiri di tanah air. Sekretaris Al-Syami Muhammad Najih Arromadloni menjelaskan Alsyamsi punya tanggungjawab untuk mengklarifikasi manipulasi data dan fabrikasi media-media takfiri.

10 Fakta tentang Suria (diambil dari NU Online dengan sedikit modifikasi redaksional):

1. Bohong besar bila dikatakan Pemerintah Suriah membantai Sunni. Tahun 2014 Bassar al Assad terpilih dengan 88.7 % suara. Di Suria Sunni itu mayoritas (74%). Artinya Sunny disana mencintai Assad, dan ini dimanipulasi oleh media-media Takfiri.

2. Dikatakan Rezim Syuria adalah Rezim Syi’ah. Faktanya, Mayoritas kabinet pemerintahan di Suriah diisi oleh orang-orang Sunni. Jabatan-jabatan penting seperti Wakil Presiden, Wakil Presiden 1, Perdana Menteri, Deputi Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, Menteri Informasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dll diisi orang-orang Sunni. Grand Mufti resmi Suriah Syekh Ahmad Badruddin Hassun pun seorang ulama besar Sunni. Bahkan istri Bashar yaitu Asma al Assad adalah seorang Muslimah Sunni dari Homs. Ini semua adalah fakta-fakta yang selalu ditutupi media-media radikal dan takfiri tanah air.
Pemerintahan Suriah.jpg

Pemerintahan Suria

3. Pemberontak di Suriah mayoritas bukanlah rakyat Suriah, tapi para militan takfiri asing yang datang dari 83 negara (termasuk Indonesia), korban cuci otak sektarian yang rame-rame menginvasi Suriah dengan kedok “jihad”. Bahkan situs SOHR (Syrian Observatory for Human Rights) yang berafiliasi dengan oposisi pun mengakui 70 persen militan yang memberontak di Suriah adalah para militan asing/jihadis impor (bukan rakyat Suriah).

Jabha Nusra

Pemberontak Suria

 4. Bashar al Assad sudah berkuasa sejak tahun 2000 dan sampai hari ini Sunni masih mayoritas di Suriah (74 persen). Kalau benar Assad membantai dan menggenosida kaum Sunni Suriah, seharusnya sudah habis semua Sunni di Suriah. Ini disebar untuk meprovokasi masyarakat dunia lain dan memanipulasi data, gambar-gambar dan lain sebagainya.

5. Pada 2009, Qatar mengajukan proposal agar Assad melegalkan jalur pipa gas alamnya melintasi Suriah dan Turki untuk menuju Eropa. Bashar al Assad menolak proposal ini dan pada 2011 ia justru menjalin kerjasama dengan Iraq dan Iran untuk membangun jalur pipa ke Timur. Qatar, Saudi dan Turki adalah pihak yang paling sakit hati dan dirugikan oleh keputusan ini. Khayalan mereka untuk mendapat pemasukan Milyaran dollar dari ekspor Migas buyar seketika. Apa kalian terkejut jika hari ini Saudi, Qatar dan Turki menjadi negara-negara yang paling getol mensponsori dan mempersenjatai para teroris yang hendak menggulingkan Assad?

Baca :
Konflik Suriah dan Perang Opini Media Kita
Peta Kekuatan Pemberontak dan Pemain Utama di Ghouta Timur?
Ulama dan Rektor Universitas Suria Memperingatkan, Donasi atas Nama Negerinya banyak yang Bohong.

Kenapa USA dan NATO juga sangat berambisi menggulingkan Assad? Karena mereka dan ketiga negara tersebut adalah sekutu dan mitra bisnis utama. Keputusan Assad akan menguatkan posisi Iran secara ekonomi maupun politis dalam pasar tambang Migas di Timur Tengah dan mengecilkan pengaruh USA dan sekutunya. Apa USA rela?

6. Sejak perang Arab-Israel pada 1948 hingga perang edisi ketiga pada 1967, Suriah tidak pernah absen dalam mengirim pasukan militernya melawan Zionis. Suriah bersama Mesir, Iraq dan Jordan saat itu (1967) mengirim 547.000 pasukan melawan Zionis di Sinai dan Golan. Bahkan ketika negara-negara Arab tersebut sudah berdamai dengan Israel, Suriah adalah satu-satunya Rezim Arab yang hingga hari ini tidak bersedia menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Hingga perang Suriah dan Israel terus berlanjut pada Yom Kippur 1973 atas pendudukan Israel di Golan. Hingga hari ini PBB harus menurunkan pasukan perdamaiannya di Golan dan menetapkan sebagian wilayah tersebut sebagai zona netral.

Baca :
[GAWAT!!] 10 Situs-Situs Populer Google dikuasai media berbasis Salafi-Wahabi
Ditemukan Gudang dan Ribuan Senjata digunakan Pemberontak di Ghouta Timur.
Wawancara [Video] Kasus Suria dengan Jurnalis Politik Inggris: Marcus Papadopoulos.

7. Suriah hingga hari ini adalah penampung terbesar pengungsi Palestina di Timur Tengah. Jutaan pengungsi Palestina telah diterima dengan tangan terbuka oleh Pemerintah Suriah sejak 1948 di kamp-kamp pengungsi Yarmouk, Neirab, Handarat, Aleppo dll. Mereka diberi fasilitas Sekolah, Rumah Sakit dll layaknya warga sendiri. Bahkan Assad pun dijuluki sebagai Bapak Pengungsi Palestina. Mereka beranak pinak di Suriah hingga hari ini. Dan tidak mengejutkan jika para pejuang Palestina dari PFLP-GC di Yarmouk (cabang PFLP yang bermarkas di Gaza) dan Brigade al-Quds (sayap militer Jihad Islam Palestina di Gaza) sejak awal konflik mengabdi pada Suriah dan bergabung dengan Tentara Arab Suriah melawan para teroris.

al buthi

Ramadhan al Bouthi

 8. Sebuah strategi militer baru telah dimulai di Suriah. Hal ini merubah Suriah selama 15 tahun terakhir kepada sebuah kekuatan militer yang nyata yang lagi-lagi akan mengancam Israel, khususnya pada tingkat pengembangan roket dan persenjataan militer yang lain. Israel melihat ini sebagai ancaman besar. Roket-roket Khaibar M-302 buatan Suriah telah membantu Hizbullah dalam perang 2006 melawan Israel di Lebanon Selatan untuk menghujani Haifa dan kota-kota lain di Israel. Bahkan roket-roket yang sama juga telah digunakan para pejuang Muqawwamah Palestina seperti Hamas, Jihad Islam dan PFLP di Gaza yang membuat pertama kalinya dalam sejarah 1,5 juta Zionis masuk ke dalam bunker perlindungan bom. Suriah bukan hanya gerbang atau jembatan transportasi dan komunikasi antara pejuang Muqawwamah dan Iran, tapi Suriah adalah adalah pendukung nyata pejuang-pejuang resistensi di Lebanon dan Palestina. Suriah adalah bagian vital dalam perjuangan melawan Zionis.
9. Setelah Hamas diusir dari Jordania pada 1999, di saat negara-negara arab mengucilkan dan mengabaikan Hamas. Suriah membuka tangannya dan menyediakan ibukota negaranya untuk menjadi markas Hamas. Bashar al Assad membangunkan kantor pusat Hamas di Damaskus pada 2001, melalui markas ini Suriah rutin berkoordinasi menjalin cara menyuplai persenjataan kepada kelompok-kelompok Muqawwamah di Gaza, tidak hanya Hamas. Sebutkan jika Saudi, Turki, dan Qatar pernah menyuplai senjata atau sebutir saja peluru untuk pejuang Palestina?
10. Mundur ke belakang bicara Libya. Di Libya bahkan tidak ada yang namanya Syi’ah, tapi nyatanya terjadi perang selama 4 tahun di sana. Para pemberontak takfiri bekerja sama dengan NATO dan USA akhirnya berhasil membunuh pemimpin Sunni Muammar Qaddafi secara keji. Masih ingat saat itu media-media radikal di Indonesia menggelari Qaddafi sebagai Toghut, Fir’aun, dan julukan-julukan keji lain dalam rangka perjuangan mereka demi menegakkan Khilafah. Khilafah apa yang sudah tegak? Belajarlah dari pola permainan ini.
Saat menuturkan hal-hal ini bukan berarti Alsyami menyetujui semua langkah Bassal Al Assad, tindakan represif terhadap demontran dan penekanan yang lainnya perlu menjadi catatan juga. Tetapi kita mesti tahu bahwa perang disana bukan perang agama, apalagi dihubungkan dan dikait-kaitkan dengan sunnah-syiah dengan tujuan untuk mempertajam sentimen kedua madzab itu di Indonesia. Kita mesti menilai tragedi disana dengan objektif. (Ft/Nas/Fathoni/Nu Online dengan modifikasi /SA).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s