[Tak Tau Diri] Setelah tidak digubris oleh Gerindra Cs, Presidium 212 nekat seleksi Capres 2019.

212

Presidium 212

Fokustoday.com- Jakarta, 14 Maret 2018

Angka 212 sekarang menjadi angka keramat dan bersifat politis. 212 yang merupakan angka aksi yang katanya dulu untuk kepentingan bela agama, kini Presidium Alumninya akan membentuk Komite Independen Bakal Calon Presiden yang akan mengusung poros baru untuk melawan Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019.

“Sangat tidak normal kalau negara sebesar ini susah mencari pemimpin,” kata Ketua Panitia Pengarah Komite, Amiruddin, dalam konferensi pers di Sekretariat Nasional Presidium Alumni 212, Tebet, Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir Tempo.co, Senin (12/03/2018)

Ketua Pelaksana Komite Yudi Syamhudi Sayuti menjelaskan bahwa mereka akan menjaring bakal calon presiden, salah satunya melalui roadshow. “Ingin memilih bakal calon presiden yang kuat untuk menghadapi Jokowi.”

Baca : Membongkar UU Negara Khilafah HTI

Yudi Syamhudi Sayuti menyebutkan kriteria untuk para kandidat. Syaratnya beragama Islam, tokoh politik atau ketua umum dari partai yang tidak mengusung Jokowi, tokoh agama atau tokoh sentral keagamaan berskala nasional, serta tokoh nasional atau cendekiawan.

Pendaftaran untuk bakal calon presiden dapat dilakukan hingga 20 Mei 2018. Komite akan menyeleksi 40 orang yang dipandang layak untuk menjadi presiden. Visi dan misi harus disampaikan melalui streaming video dengan durasi 15 menit. Para bakal calon akan diseleksi hingga enam besar.

Enam besar bakal calon presiden akan direkomendasikan Presidium Alumni 212 untuk diusung partai politik. Menurut Yudi, sudah ada partai politik yang tertarik dengan pencalonan ini.

Yudi menyampaikan pencalonan ini dilakukan agar tidak ada poros tunggal yang mencelakai demokrasi. Selain itu, guna melibatkan masyarakat dalam mengambil keputusan politik untuk pilpres 2019. “Kami ingin masyarakat terlibat dalam keputusan politik.”

Gak Tau Diri

Seperti pernah diberitakan Fokustoday.com bahwa Gerindra pernah menolak pesan Rizieq Shihab dan kader yang direkomendasikan untuk bertarung dalam Pilkada 2018 nanti , serta mengatakan bahw Gerindra Cs tidak memungkinkannya meng-copas cara di DKI ke daerah-daerah, yang pasti sudah diantisipasi lawan-lawannya dengan menentukan paslon yang tak mungkin diserang berdasarkan SARA. Artinya, terkesan bahwa seolah pada Pilkada 2018, Gerindra sudah tidak lagi menggunakan jasa umat 212 sekalian pentolan-pentolannya.(Gerindra Korbankan Umat 212 demi dongkrak elektabilitas..?)

Seperti sudah tidak dihiraukan oleh compatriotnya di politik, Presidium 212 masih tetap tidak melihat kondisi real dilapangan yang tidak menghendaki peran lebih secara politis oleh Alumni 212. Gerindra Cs dengan kasus gagalnya La Nyala mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Timur  adalah contohnya.

Aksi-aksi Presisium 212 dengan melakukan seleksi-seleksi capres 2019 tentu dinilai sebagi upaya front 212 untuk ambil bagian dalam kue perpolitikan nasional dan ikut nebeng terkenal dengan melakukan tindakan yang tidak populis tersebut. Publik bias menilai. Mana gerakan yang murni dari hati nurani Rakyat dan mana gerakan yang diembel-embeli agama yang berbau politis. Jadi Presisium 212 harus tau diri, langkah-langkahnya tidak akan berdampak besar bagi mitra koalisi nya ( Gerindra, PKS-red). Kita tunggu saja. ( ft/nas/es)

.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s