Teroris Bom Sarina Dibaiat ISIS Indonesia, JAD (Jamaah Ansharut Daulah) dan mendapat Dana $30ribu.

Bom Teroris Sarina.jpg

Pelaku Bom Teroris Sarina. Anggota ISIS dan Jad (Jamaah Ansharut Daulah).

Fokustoday.com – Jakarta, 18 Maret 2018.
Teroris dan pelaku bom di Sarina dan Thamrin mulai terkuak. Mereka adalah kelompok radikal ISIS, JAD (Jamaah Anshart Daulah) dan pernah dibaiat di kampus negeri Indonesia. Ini mengindikasikan bahwa radikalisme sampai taraf yang memprihatinkan sudah masuk kedalam masyarakat kita termasuk kampus. Bagaimana pemerintah melakukan penangkalan sejak dini adalah hal penting untuk memotong mata rantai kaderisasi radikal para terroris itu.Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan perkara terorisme dengan dengan terdakwa kasus bom Sarinah, Aman Abdurrahman, Selasa, 13 Maret 2018. Dalam sidang ini Jaksa Penuntut Umum menghadirkan Adi Jihadi sebagai saksi. Adi adalah terpidana 6 tahun dalam perkara penyelundupan senjata di Filipina dan pengiriman personil Jamaah Anshorut Daulah (JAD) ke Marawi.

Baca juga :
Setara Institute: Politisasi Agama Melahirkan Intoleransi, Persekusi dan Diskriminasi
[ DARURAT !!!] Pemerintah harus hadir atasi Radikalisme dan Intoleransi

Lebih dari 100 eks Jihadis Indonesia Minta maaf pada korban Terorisme

Radikalisasi di Perguruan Tinggi Sudah Mengkhawatirkan Penyebarannya.

Semua Sel Radikal sudah Masuk Dunia Kampus dan Pendidikan.

Dalam teror bom di Sarinah, penyidik menemenukan aliran dana dari Adi kepada pelaku teror di Jalan M.H. Thamrin itu. Dana itu diduga digunakan untuk membeli senjata dan amunisi teror. Namun dalam persidangan Adi menegaskan tak pernah mengetahui rencana teror tersebut. “Saya tahu dari penyidik,” ucapnya.

Adi membenarkan pernah dibaiat untuk setia terhadap pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakr Al-Baghdadi. Proses pembaiatan dilakukan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat bersama sekitar 500 orang. “Di aula UIN pada 2014,” ujarnya. Orang yang membaiatnya adalah Fauzan Anshori.

Menurut Adi, pembaiatan itu dilakukan jauh-jauh hari sebelum ia mendapat perintah dari Iwan Dharmawan alias Rois untuk mengambil uang US$ 30 ribu dari seseorang di Serang. Rois adalah kakak Adi yang menjadi dalang dalam teror bom Sarinah. Uang tersebut kemudian diberikan kepada Zainal Anshori sebesar US$ 20 ribu, US$ 3.000 kepada Suryadi Mas’ud, dan US$ 7.000 untuk pembelian senjata di Filipina.

Aman Abdurrahman didakwa menjadi otak serangkaian serangan teror di Indonesia, termasuk bom Sarinah dan Terminal Kampung Melayu. Dia adalah pendiri JAD yang pernah ditangkap di Tangerang pada 2010 karena terlibat pelatihan militer di Aceh. Sebelumnya, Aman ditangkap pada 2003 untuk kepemilikan bom Cimanggis. Ia dibebaskan pada 2008. Belakangan, Aman berbaiat kepada Abu Bakar Al-Baghdadi, pemimpin kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). (Ft/Nas/SA).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s