Paham Radikal dan Hoaks Racuni Pola Pikir Masyarakat dan Merusak Persatuan

Fokustoday.com – Pringsewu, 19 Maret 2018.

Beberapa tahun terakhir ini semakin marak tersebar berita-berita hoaks di tengah-tengah masyarakat melalui medsos, baik Facebook, Whatsapp atau yang lainnya yang bersifat profokatif.

hoaks.jpg

Ilustrasi

Selain itu juga semakin banyaknya paham-paham keagamaan radikal dan tekstual yang jauh dari ajaran yang Rahmatan lil alamin.

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu KH Hambali mengingatkan segenap umat Islam untuk mewaspadai dua hal yang saat ini menjadi salah satu sumber permasalahan dan dapat memecah belah kesatuan umat dan bangsa Indonesia.

Kedua hal tersebut yaitu pemberitaan yang tidak benar, bernada hasutan, profokatif dan ujaran kebencian yang saat ini terkenal dengan istilah hoaks. Fenomena hoaks saat ini sangat memprihatinkan karena mampu mempengaruhi pola fikir masyarakat di era modern.

“Hoaks ini meracuni opini dan pemikiran masyarakat. Yang benar bisa dituduh salah, yang salah bisa dinilai benar. Jadi harus berhati-hati, jangan suka men-share (menyebarkan) berita yang tidak jelas dan wajib tabayun (klarifikasi),” tegasnya, Ahad (18/3) di kediamannya.

Selain hoaks di berbagai media sosial yang perlu diwaspadai, Kiai Hambali juga mengingatkan umat Islam dengan paham-paham keagamaan yang saat ini banyak sekali masuk ke Indonesia melalui berbagai macam jalur di antaranya melalui media pemberitaan dan pendidikan.

“Masyarakat harus berhati-hati saat melihat kajian-kajian Islam di media seperti televisi dan media pemberitaan lain. Kita harus menyadari, masyarakat khususnya umat Islam sudah berhadapan dengan berbagai paham ekstrim, tekstual dan radikal yang menguasai media dan masuk melalui jalur pendidikan,” jelas ketua MUI Pringsewu ini.

Kedua hal ini tegas Kiai Hambali perlu juga dipahami oleh para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang menjadi tempat bertanya dan konsultasi masyarakat.

“Jangan sampai orang-orang yang didepan juga terpapar oleh hoaks dan pemahaman radikal dan pemikiran para ekstrimis. Kalau ikut-ikutan terpengaruh bisa dipastikan akan terjadi gejolak di tengah masyarakat,” katanya. (NU/FT/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s