Prancis Langgar Hukum Internasional Dengan Jual Senjata ke Arab Saudi

Fokustoday.com – Paris, 26 Maret 2018.

Sebuah laporan yang dikeluarkan kelompok hak asasi manusia menyebutkan pemerintah Prancis kemungkinan melanggar hukum internasional karena menyuplai senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang dapat digunakan dalam perang di Yaman.

yaman2.jpg

Warga terpaksa mengantri air akibat perang yang memutus aliran air. Kekerasan meningkat sejak Arab Saudi melancarkan serangan udara, untuk menghancurkan militan houthi. Aden, Yaman, 5 April 2015.

Laporan yang dibuat firma hukum Prancis, Ancile Avocat, itu menyatakan ekspor senjata Prancis ke negara Teluk Arab itu bertentangan dengan komitmen masyarakat internasional.

“Pemerintah Prancis telah menyetujui ekspor perlengkapan militer ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Senjata tersebut dapat digunakan dalam konflik di Yaman dan dapat pula digunakan untuk kejahatan perang,” bunyi laporan firma hukum itu, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu, 19 Maret 2018.

Prancis adalah negara yang menandatangani Perjanjian Perdagangan Senjata yang diratifikasi pada 2014 dan bersifat mengikat bagi negara untuk tidak menjual senjata yang kemungkinan dapat melanggar hukum internasional.

Perdana Menteri Prancis Philippe Edouard berdalih, penjualan yang baru-baru ini dilakukan benar-benar murni untuk tujuan pertahanan dan akan digunakan untuk menekan agresi Houthi.

Sementara itu, media Press TV, mengatakan laporan baru yang disampaikan Amnesty International menggambarkan peran Prancis selama bertahun-tahun dalam perang Yaman. (Tempo/FT/akm)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s