Trump Sebut Haiti dan Negara- negara Afrika sebagai ” Negara-Negara Kotor”

trump

Donald Trump

Fokustoday.com- 28 Maret 2018

Presiden Donald Trump menyebut Haiti dan negara-negara Afrika sebagai ’negara-negara shithole’ (lubang kotoran istilah vulgar untuk tempat yang kotor dan tidak nyaman). Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan sekelompok senator bipartisan di Gedung Putih, seorang ajudan dari Partai Demokrat yang diberitahu pada pertemuan Kamis mengatakan kepada NBC News.

Komentar Trump pertama kali dilaporkan oleh The Washington Post, yang mengatakan bahwa negara-negara yang disebut oleh Trump juga termasuk El Salvador.

Kantor hak asasi manusia U.N mengatakan komentar tersebut, jika benar, hal yang mengejutkan dan memalukan dan “rasis.  Sementara Menteri Luar Negeri Haiti memanggil Kuasa Usaha AS Robin Diallo untuk klarifikasi.

Dua sumber yang memberikan penjelasan singkat mengenai percakapan tersebut mengatakan bahwa selama berlangsungnya pembicaraan tentang Haiti – yang memanas sehingga keluar ucapan “shithole” – presiden sedang mempertanyakan mengapa orang Haiti harus diberi pertimbangan khusus.

“Mengapa kita membutuhkan lebih banyak orang Haiti, keluarkan mereka,” katanya, menurut sumber-sumber tersebut. Seseorang yang lain di ruangan itumenjawab: “Karena jika Anda melakukannya, semakin jelas alasannya.”

Gedung Putih mengeluarkan sebuah pernyataan yang tidak menyangkal ucapannya, namun Trump men-tweet bantahan yang jelas pada hari Jumat pagi: “Ucapan yang saya gunakan dipertemuan itu keras, tapi ini bukan ucapan saya.”

Hal  itu terjadi ketika para senator bergerombol di Oval Office  bersama presiden untuk membahas kesepakatan imigrasi. Trump mempertanyakan mengapa Amerika Serikat menginginkan orang-orang dari negara-negara seperti Haiti, saat pengarahan tentang perubahan sistem undian visa.

Menurut ajudan tersebut, ketika kelompok tersebut datang untuk membahas imigrasi dari Afrika, Trump bertanya mengapa Amerika menginginkan imigran dari “semua negara shithole ini” dan bahwa AS harus memiliki lebih banyak orang dari tempat-tempat seperti Norwegia.

Seorang sumber yang mengetahui pertemuan tersebut mengatakan kepada NBC News bahwa presiden sangat frustrasi saat berdiskusi tentang system undian visa – sebuah program yang berulang kali ditentang Trump dalam beberapa bulan terakhir.

Sumber Gedung Putih lainnya menjelaskan ucapan yang digunakan Trump untuk mencoba menekankan dukungannya terhadap sistem imigrasi berbasis jasa (Merit Based System).

Di hari Kamis berikutnya, Trump mencerca Demokrat tentang kesepakatan imigrasi. “Kelompok Demokrat tampaknya bermaksud membawa orang dan narkoba ke negara kita dari Perbatasan Selatan, mempertaruhkan ribuan nyawa dalam prosesnya. Tugas saya untuk melindungi kehidupan dan keamanan semua orang Amerika. Kita harus membangun Tembok Besar, pertimbangkan (sistem) Merit dan akhiri (sistem) Undian & Rantai. USA! ” dia menulis.

Pemerintah Botswana pada hari Jumat mengatakan bahwa Trump “patut dicela dan rasis,” dan mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil duta besar AS untuk mengklarifikasi apakah negara tersebut dianggap, menggunakan istilah Trump, sebuah negara “shithole”.

Juru bicara kantor Hak Asasi Manusia PBB, Robert Colville mengatakan kepada wartawan bahwa ucapan tersebut dapat “berpotensi merusak dan mengganggu kehidupan banyak orang.”

Pernyataan “mengejutkan dan memalukan” tersebut “melegitimasi penargetan orang berdasarkan siapa mereka,” katanya, menambahkan: “Saya minta maaf, tapi tidak ada kata lain yang bisa digunakan selain rasis.”

Duta Besar Haiti untuk AS, Paul G.Altidor menyebut komentar Trump “disesalkan” dan didasarkan pada “klise dan stereotip daripada fakta sebenarnya.”

Duta Besar menekankan waktu dari komentar tersebut, bahwa Jumat adalah peringatan tahun kedelapan gempa 2010 di Haiti, yang diperkirakan telah menewaskan lebih dari 200.000 orang.

Altidor mengatakan bahwa sejak ucapan Trump dilaporkan, dia “dibombardir oleh email permintaan maaf dari masyarakat Amerika” dan menegaskan bahwa ucapan Trump adalah “bukan pandangan publik Amerika.”

Uni Afrika mengatakan bahwa pihaknya “khawatir” dengan pernyataan Trump. “Mengingat kenyataan historis tentang banyaknya orang Afrika ke Amerika Serikat sebagai budak, pernyataan ini seolah menerima semua perilaku dan praktik (perbudakan yang kejam),” jurubicara Ebba Kalondo menambahkan bahwa “sangat mengejutkan saat Amerika Serikat dikenal sebagai contoh global tentang bagaimana migrasi melahirkan sebuah bangsa yang dibangun dengan nilai-nilai kuat keberagaman dan kesempatan. “

Di Lagos, Nigeria, pekerja IT Mayowa Okuwade mengatakan: “Saya piker orang dari negara-negara Afrika harus belajar dari hal ini dan mungkin tetap tinggal di negara mereka dan bekerja dengan mengandalkan sumber daya mereka sendiri… Saya sangat yakin segalanya akan menjadi lebih baik (di Afrika).”

Yang lain dengan cepat menjawab ucapan Trump atau melontarkan balik. “Selamat pagi dari negara ‘shithole terindah’ terbesar di dunia !!!”Penyiar Broadcasting Corporation Afrika Selatan Leanne Manas dalam tweet-nya.

Wakil dari Partai Republik dari Utah, Mia Love – putri imigran Haiti – merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa komentar Trump adalah “tidak baik, memecah belah, elitis, dan bertentangan dengan nilai-nilai bangsa kita” dan menuntut permintaan maaf dari presiden.

Wakil dari Partai Republik Florida, Ileana Ros-Lehtinen, mengatakan dalam sebuah tweet bahwa ucapan tersebut “mengabaikan kontribusi ribuan orang Haiti terhadap komunitas Florida Selatan dan negara kita. Ucapan seperti itu tidak boleh terdengar di ruang ganti dan seharusnya tidak terdengar di Gedung Putih “.

Ini bukan laporan pertama kalinya muncul dari Trump yang berbicara tidak baik tentang imigran, dan orang Haiti pada khususnya.

The New York Times melaporkan pada bulan Desember Trump mengatakan imigran Haiti “semuanya menderita AIDS,” di sebuah pertemuan di musim panas 2017 dalam pembahasan tentang imigrasi.

Menurut Times, Trump juga menargetkan imigran Nigeria selama pertemuan tersebut, mengeluh bahwa setelah mereka datang ke Amerika Serikat, mereka tidak akan pernah “kembali ke gubuk mereka.” Gedung Putih dengan keras menolak cerita tersebut. (ft/int/es)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s