9 Solusi Praktis Mengatasi Kecanduan Game dan Gadget pada Anak Kita.

Fokustoday.com – Jakarta, 29 Maret 2018.

Solusi Kecanduan Game dan Gadget Pada Anak.jpg

9 Solusi Praktis Mengatasi Kecanduan Game dan Gadget pada Anak Kita.

Siapa yang tidak kenal dengan Gadget, Handphne, Androit dan alat-alat media sosial lainnya sekarang ini. Kebutuhan akan hal itu sepertinya sudah menjadi hal yang wajar, termasuk anak-anak kecil. Mulai dari sekadar bermain, mencari informasi, tugas sekolah ataupun bersosialiasi dengan teman-teman lainnya. Tetapi apapun itu apabila sudah kecanduan maka itu menjadi tidak wajar dan berbahaya.

Salah satu yang paling menarik dan diminati disana adalah bermain Game, baik sebagai alat untuk mengisi waktu luang ataupun sebagai sebuah kegiatan yang menyenangkan. Apalagi anak-anak dimana dunia bermain adalah memang dunianya, tetapi tidak hanya mereka banyak dari orang dewasa yang bahkan mengandrungi aktifitas tersebut.

Baca : 14 Cara Efektif Mengatasi Anak Malas Belajar.

Meskipun begitu, tidak selamanya sesuatu yang menyenangkan tersebut berakibat baik bagi penikmatnya. Perlu bagi kita untuk tetap memperhatikan batasan-batasan permainan sehingga aktifitas tersebut tidak berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental pemain.

Dampak buruk permainan atau game ini yang seringkali dikeluhkan oleh para orang tua adalah kecanduan game pada anak.

Kecanduan game dikeluhkan karena hal itu membawa dampak buruk pada fisik dan psikologi anak seperti menjadi pemalas, pemarah, bahkan menjadi pencuri yang merupakan perbuatan yang tidak diharapkan oleh orang tua manapun terjadi pada anaknya.

Lantas bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Berikut ini adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecanduan Game pada anak.

9 Solusi Praktis Mengatasi Kecanduan Game pada Anak kita:

1. Berikan perhatian pada aktifitas keseharian anak.

Anak-anak semestinya diberikan banyak aktivitas, mulai dari sekolah, belajar, lest, bermain atau kegiatan bersama lainnya dirumah. Dengan itu maka waktu luang mereka untuk bermain game atau memegang gadget berkurang. Kesibukan para orang tua dengan aktivitas dan pekerjaannya tidak boleh menggantikannya itu dengan memberikan kesenangan dan kepraktisan pada anak dengan kebebasan main game atau gadget lainnya.

Baca : Mengapa Bill Gates, Steve Jobs Larang Anak-nya Pakai Smartphone?

2. Menjalin komunikasi yang baik dengan anak.

Menjalin komunikasi yang baik berarti mengajak anak-anak bercengkerama, berusaha mendengar dan memahami keluhannya, serta secara bersama-sama dengan sang anak mencari solusi terhadap permasalahan yang dikeluhkan si anak.

3. Tidak bermudah-mudahan memberikan anak fasilitas Game.

Seorang anak butuh bermain itu betul, dan tugas serta kewajiban orang tuanyalah untuk menyediakan sarana dan prasana permainan bagi anak. Hal ini karena tentu saja seorang anak belum tentu dapat menyediakan sarana dan prasarana permainan mereka sendiri. Orang tua perlu membantu anak untuk memilah dan memilih bentuk serta jenis permainan yang bermanfaat.

Baca : Produk Pengganti untuk Atasi Kecanduan Pengguna Smartphone

4. Penjadwalan waktu bermain sangat penting.

Anak-anak mungkin perlu diberikan kebebasan dalam bermain game atau lainnya, tetapi pembatasan dan jadwal waktu. Berapa jam sehari atau seminggu untuk memegang alat-alat itu sangat penting dibuat dan disepakati bersama. Dengan itu mereka tidak merasa tertekan dan terbiasa untuk disiplin.

5. Sibukkan anak-anak dengan ilmu yang bermanfaat.

Ini bisa membaca, melihat film-film TV yang berhubungan dengan pengetahuan, ilmu agama ayau lainnya.

6. Tanamkan kepada jiwa anak-anak perasaan senantiasa diawasi oleh Tuhan.

Untuk menjaga bagaimana permainan mereka, apa yang dilakukan dan aktivitasnya. Maka penanaman kesadaran dan memberikan keyakinan bahwa segala gerak gerik kita, kapan pun dan di mana pun tak akan lepas dari pengawasan Tuhan adalah sangat penting.

7. Alihkan perhatian sang anak dari Game semampu kita.

Apabila sudah dirasa cukup berlebihan, maka mesti diupayakan pengalihan perhatian. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk hal ini seperti mengajak sang anak beraktifitas di luar ruangan secara bersama-sama serta rutin, bersepeda, jalan-jalan atau lainnya.

8. Tanggung Jawab Pribadi.

Berikan san anak tanggung jawab pribadi yang dapat membatasi waktunya bermain Game. Tanggung jawab tersebut dapat berupa belajar pada rentang waktu tertentu, pekerjaan rumah, atau hal-hal lainnya yang harus diselesaikan si anak sebelum boleh untuk melanjutkan aktifitasnya bermain game.

9. Konsultasikan dengan ahlinya.

Patut diingat, kekerasan pada anak bukanlah solusi. Hindarilah marah berlebihan terlebih berupa kekerasan fisik pada anak saat mereka kecanduan Game.

Kesalahan sang anak boleh jadi merupakan kesalahan kita juga yang luput memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan si anak pada awal mulanya. Maka, konsultasikan kepada ahlinya apabila dirasa memang anda sudah merasa tidak sanggup mengendalikan kecanduan Game sang anak. (Ft/Opini/SA)

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s