Konteks Ayat Perang di Al-Qur’an Surat Al Baqarah 193

Fokustoday.com – Rembang, 30 Maret 2018.

Mengutip Surat Al-Baqarah ayat 193, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menyatakan bahwa umat Islam semestinya tidak melakukan permusuhan kepada siapapun kecuali kepada orang-orang yang melakukan kedzaliman terhadapnya.

Gus Mus.jpg

KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)

Lebih lanjut Gus Mus menerangkan, latar belakang Nabi Muhammad melakukan perang adalah karena musuh-musuh Islam pada waktu itu berbuat dzalim kepadanya dan umat Islam.

“Ayat-ayat qital (perang) itu bisa kita lihat jelas sekali konteksnya itu karena kita didzalimi,” kata Gus Mus dalam sebuah video yang diunggah akun @GusMus Channel di Youtube, Senin (26/3).

“Karena Nabi Muhammad dan umat Islam didzalimi,” tambahnya.

Bahkan, imbuh Gus Mus, musuh-musuh Islam berupaya membunuh Nabi Muhammad dan umat Islam. Sehingga untuk menghindari kedzaliman yang ada, Nabi Muhammad dan pengikutnya terpaksa untuk hijrah ke negara lain.

“Itu konteksnya,” tegas Mustasyar PBNU ini.

Dalam kitab Sirah an-Nabawiyah, Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa ada 27 peperangan yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad. Peperangan tersebut terjadi pada fase Madinah (10 tahun). Sehingga jika dirata-rata maka setiap empat bulan maka ada satu kali perang pada zaman Nabi Muhammad. Perang Waddan atau al-Abwa merupakan perang yang pertama, sementara Perang Tabuk menjadi perang terakhir yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad. (NU/FT/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s