Seorang Aktivis Ditahan Usai Bertanya Tentang Kedekatan Saudi dengan Israel

Nuha al Balawi Aktivis Saudi di Tahan

Aktivis Saudi Nuha al Balawi ditahan Setelah mempertanyakan Normalisasi Saudi dengan Israel

Fokustoday.com – Jakarta, 30 Maret 2019.
Salah satu upaya reformasi Saudi lewat Muhammad bin Salman adalah mendegradasi otoritas mufti atau ulama Wahabi diganti dengan modernisasi Saudi. Disamping itu Saudi juga mempererat hubungannya dengan Israel dan Amerika serikat sebagai sekutu terdekat di Timur Tengah. Banyak yang mempertanyakan kebijakan Muhammad bin Salman itu. Otoritas Arab Saudi menahan seorang aktivis perempuan setelah dia mempertanyakan normalisasi hubungan antara Arab Saudi dengan Israel.

Baca : Breaking News : Saudi Beli Senjata Senilai Rp 742 Triliun dari AS. Mengapa?

“Dia kemungkinan bakal mendekam dalam penjara selama lima tahun,” kata kelompok hak asasi manusia berbasis di Inggris seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu, 10 Februari 2018

Aktivis itu bernama Noha al-Balawi. Menurut laporan pembela hak asasi manusia ALQST, Kamis, 8 Februari 2018, dia mendekam dalam tahanan di kawasan Tabuk, sebelah barat daya Arab Saudi, lebih dari dua minggu.

Baca : Saudi Bersihkan Kurikulum Sekolah dari Pengaruh Ikhwanul Muslimin. Mengapa?

ALQST menerangkan, al-Balawi ditahan di kantor polisi di Tabuk pada 23 Januari 2018. Sejak itu dia tak kembali ke rumah. Penahanan itu, jelas otoritas Arab Saudi, karena aktivitasnya di jejaring media sosial.

“Dia ditahan setelah aktivis media sosial itu mempertanyakan normalisasi hubungan antara Arab Saudi dengan Israel,” kata ALQST.

Baca : Nasib TKI Arab Saudi asal Bangkalan dihukum pancung tanpa prosedur hukum yang jelas.

Dalam klip video yang dia unggah di media sosial, Balawi menyatakan, “Normalisasi itu sama artinya dengan menerima pendudukan,” dia mengacu kepada penguasaan Israel atas tanah Palestina

Dia melanjutkan, “Biarkan saya menjelaskan, kita tidak akan pernah megakui Israel, berapapun yang harus kita bayar. Tidak ada untungnya bagi negara-negara Arab menormalisasi hubungan dengan Israel. Normalisasi itu hanya menguntungkan negara Zionis.”

Dalam beberapa bulan terakhir ini, hubungan antara Arab Saudi dengan Israel dikabarkan menghangat. Sejumlah media pernah menulis Putra Mahkota Mohammed bin Salman diam-diam berkunjung ke Israel pada September 2017, walaupun kabar tersebut dibantah Kerajaan. (Ft/Int/SA).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s