Mantan Militer “Bermasalah” dan Isu Kudeta selalu dikaitkan dengan Prabowo Subianto?

Prabowo Subianto dan Isu Kudeta

Prabowo Subianto dan Isu Kudeta

Fokustoday.com – Jakarta, 1 April 2018.
Demontrasi dan kerusuhan serta penjarahan, juga penculikan aktivis dan isu kudeta selalu menyelimuti peristiwa Mei 1988. Siapa pelakunya, bagaimana itu terjadi dan masih banyak pertanyaan lainnya belum terungkap. Prabowo Subianto adalah salah satu tertuduh kasus tersebut walaupun belum jelas juntrungnya. Isu penculikan serta kudeta diarahkan padanya. Apakah itu benar selalu dalam misteri?

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengeluhkan tudingan beberapa kalangan yang menyebutnya pemimpin diktator dan hendak melakukan kudeta. Tudingan itu muncul setiap kali dia hendak maju sebagai calon presiden.

Hal itu ia sampaikan saat hadir dalam acara ‘Prabowo Menyapa Warga Jawa Barat’ sekaligus kampanye pasangan Cagub-Cawagub Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Depok Jawa Barat, Minggu (1/4).

“Saya dari 2004, 14 tahun ikut pemilu tiga kali, tapi ada saja yang bilang Prabowo ini punya bakat-bakat diktator, saya malah dituduh mau kudeta,” ujar Prabowo.

Melanjutkan pembicaraan, Prabowo malah melontarkan candaan tentang penyesalannya tak melakukan kudeta terhadap pemerintah.

“Terus terang saja dalam hati menyesal juga gue enggak kudeta dulu tuh, lihat saja sekarang kondisinya,” kata Prabowo disambut tawa oleh ratusan kader Gerindra yang hadir.

Mantan Danjen Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD itu juga membantah anggapan yang menilai dirinya otoriter.

Ia mengatakan bahwa akan tetap berpegang teguh terhadap aturan yang telah dianut Indonesia dengan memegang prinsip demokrasi dan Undang-undang Dasar 1945 dalam kehidupan bernegara.

“Saya masih percaya kepada demokrasi, saya percaya juga kepada UUD 45,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyarankan agar masyarakat turut serta dalam politik praksis untuk memperbaiki kehidupan berbangsa.

Prabowo justru kecewa dengan sikap masayarakat yang masih bersikap netral dalam berpolitik. Padahal, kata dia, untuk meraih kepentingan dan memperjuangkan bangsa dan masyarakat perlu untuk terjun berpolitik.

“Kalau kita tak berpolitik, tak mungkin memperbaiki keadaan, yang cuma di rumah, momong cucu, mancing, dan tunggu mati tak salah, tapi menurut saya rada kurang bertanggung jawab,” pungkasnya. (Ft/Int/Cnn/SA).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s