Iran sebut bin Salman sebagai ‘ Pemula Delusi’ yang tak paham sejarah

Mohammed-bin-Salman1-353zz4kwbz13cnsoo7myoa

Pemula Delusi

Fokustoday.com- Jakarta, 2 April 2018

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, setelah pewaris tahta yang berusia 32 tahun itu memperingatkan perang dengan Teheran hanya 10 hingga 15 tahun lagi.

Bahram Qassemi memperingatkan bin Salman, agar tidak berdebat soal kematian dan meminta para pejabat veteran Saudi untuk mengajarkan calon pengkhianat dari nasib mantan pemimpin Irak Saddam Hussein bertahan setelah menantang keputusan bangsa Iran.

“Ini pemula delusi, yang masih terlalu besar untuk sepatu botnya, entah tidak tahu perang, atau belum mempelajari sejarah, atau mungkin belum berbicara dengan orang yang terhormat,” kata Qassemi, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (1/4).

Baca : MBS Bertemu Dengan Para Pemimpin Yahudi Selama Kunjungan di AS

Dalam kesempatan tersebut Qassemi membaca puisi abad ke-13, “Semut yang berusaha bergulat dengan seekor elang buru-buru mati.”

Ia kemudian meminta ahli bahasa Persia di keluarga kerajaan Saudi untuk menerjemahkan ayat yang sesuai untuk putra mahkota.

Komentar Qassemi muncul setelah bin Salman mengatakan, Arab Saudi dapat terlibat dalam konfrontasi militer terhadap Iran jika sanksi internasional yang lebih keras tidak dikenakan terhadap Republik Islam itu.

“Kita harus mencapai ini untuk menghindari konflik militer, jika kita gagal melakukan ini, kita mungkin akan berperang dengan Iran dalam waktu 10-15 tahun,” kata bin Salman kepada The Wall Street Journal.

Baca : MBS Bertemu Dengan Para Pemimpin Yahudi Selama Kunjungan di AS

Arab Saudi menyatakan alarm perang karean pengaruh Iran yang merayap di wilayah Timur Tengah dan terus meningkatkan upayanya untuk menahan apa yang dianggapnya sebagai ekspansi Iran melalui konflik proksi dan keterlibatan militer langsung di Yaman.

Saudi menjadi kritikus gigih kesepakatan nuklir Iran 2015, yang dikatakan akan meringankan kesengsaraan ekonomi Iran dan memungkinkan untuk menopang afiliasi seperti Hizbullah.

Otoritas Saudi telah berulang kali memuji sikap keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang perjanjian penting tersebut. (ft/int/es)

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s