Fahri Hamzah Minta Prabowo Bertanggung Jawab Atas Ucapannya Tentang “Elit Bodoh dan Maling”

Fokustoday.com – Jakarta, 3 April 2018.

Ucapan Prabowo yang menyebut “elit Bodoh dan maling” menuai banyak komentar dari para tokoh elit salah satunya dari Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah.jpg

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah

Fahri Hamzah turut mengomentari kritik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tersebut yang menyebut sistem perekonomian tak mensejahterakan rakyat sejak 2004 dan ada elite menipu rakyat di Jakarta. Menurut Fahri, Prabowo harus mempertangungjawabkan ucapan dengan penjelasan lanjutan.

“Justru kan bagi Pak Prabowo kalimat itu kan positif negatif artinya dia menyatakan itu kan. Dia harus mempertanggungjawabkan juga kalimat itu, sebagian dari cara dia mengobservasi politik ke depan, khususnya politik elite kan,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/4).

Baca Juga :

Ketua MUI Minta Prabowo Sebut Siapa Yang Dimaksud Elite Bodoh dan Bermental Maling

PPP Anggap Pernyataan Prabowo Adalah Strategi Politik dan Minta Bongkar Siapa “Elite Bodoh” Tersebut

Selama ini, kata Fahri, banyak petinggi yang melempar isu tetapi tidak dibarengi dengan penjelasan. Dia pun berharap mantan Danjen Kopasus ini bisa memberikan penjelasan lanjutan yang jelas.

“Kalimat-kalimat Pak Prabowo itu harus ada penjelasan lanjutan, dan saya berharap Pak Prabowo tidak seperti yang dikenal selama ini, banyak pemimpin yang melempar isu tapi tidak diteruskan harus diteruskan,” ujarnya.

Fahri percaya bahwa Prabowo tidak sedang mencari popularitas dengan mengkritik pemerintah. Sebab, Prabowo sudah sudah sangat terkenal.

“Nama Pak Prabowo itu sudah terlalu populer dia enggak perlu lagi itu, kita melihat substansinya aja, karena disamping Pak Jokowi itu Pak Prabowo itu pernah mengantongi suara sah 47 persen dalam pemilu, itu yang memilih, kalau yang mengetahui saya kira 100 persen mengenal Prabowo,” ucapnya.

Ke depan, ia berharap ucapan Prabowo bisa menjadi bahan perdebatan menjelang Pilpres 2019. Serta bisa menjadi masukan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Menarik untuk diperdebatkan, menurut saya dan harusnya ada yang meneruskannya termasuk kalau bisa Pak Prabowo dan Jokowi sebagai mainstream dari politik pilpres kita ya harus mulai berdebat itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Prabowo menyebutkan bahwa 80 persen kekayaan negara dikuasai hanya satu persen golongan. Dia juga mengatakan setelah sekian lama merdeka ternyata kekayaan negara tidak tinggal di bangsa Indonesia.

“Kita termasuk bangsa yang lengah dan tidak waspada terutama elite kita. Terus terang saja minta ampun. Saya kapok dengan elite Indonesia,” kata Prabowo, saat orasi di hadapan ribuan warga Depok, Minggu (1/4).

Dirinya mengaku dahulu adalah elite juga. Tetapi saat ini dia mengaku sudah tobat. “Saya elite tetapi sudah tobat,” ucapnya. (Merdeka/FT/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s