Indonesia Masuk Urutan Ke 3 Kebocoran data dunia. Cambridge Analytica berbeda Data dengan Facebook.

Indonesia Urutan ke 3 Kebocoran data Facebook.jpg

Indonesia Urutan ke 3  Dunia Kebocoran data Facebook

Fokustoday.com – Jakarta, 5 Maret 2018.
Indonesia masuk urutan ke 3 data dunia yang bocor dari Facebook. Urutan pertama adalah AS dengan 70,6 juta, Philiphina 1,1 juta, lalu Indonesia dengan jumlah 1 juta orang. Kalau AS kebocorannya tertinggi terlihat alasannya, sebagian karena untuk kampanye Donald Trump seperti diuduhkan, kepentingan perusahaan Cambridge Analytica lainnya. Tetapi Mengapa Indonesia bisa masuk urutan teratas masalah kebocoran ini? Siapa yang membocorkan, dan digunakan untuk apa, masih belum ada penjelasan kearah sana?Facebook mengungkap jumlah pengguna yang datanya dimanfaatkan oleh Cambridge Analytica mencapai 87 juta akun, lebih banyak dari laporan awal sekitar 50 juta akun.

Melalui blog perusahaan, Chief Technology Officer (CTO) Facebook Mark Schoepfer merilis daftar pengguna berdasarkan negara yang paling terdampak dari kebocoran data ini. Mayoritas berasal dari Amerika Serikat sebanyak 70,6 juta akun atau 81,6 persen.

Baca :
Sepak Terjang “Cambridge Analytica” dalam mempengaruhi Pemimpin di Indonesia?
Kepribadian Pengguna Facebook dan Skandal Cambridge Analytica.

Indonesia berada di peringkat ketiga dalam daftar tersebut dengan 1 juta lebih akun, satu nomor di bawah Filipina dengan 1,1 juta lebih akun.

Sebagai tanggung jawab mereka, Facebook mengubah sejumlah kebijakan di sana-sini mulai dari penggunaan application program interface (API), kolom pencarian, hingga halaman login.

“Secara keseluruhan kami percaya perubahan ini akan melindungi informasi seseorang lebih baik sembari membantu para pengembang menciptakan pengalaman yang berguna,” tulis Schoepfer, Rabu (4/4).

Baca :
Analisa : Cara Cambridge Analytica menggunakan Profile Kepribadian FB dan Manajemen Politik
Ini Cara Cambridge Analytica Pengaruhi Pemilu di Banyak Negara. Indonesia ?

Ini pertama kalinya Facebook mengonfirmasi secara resmi bahwa ada kebocoran data yang tejadi.

Namun laporan Bloomberg menyatakan dua miliar pengguna Facebook berada dalam posisi rentan diakses sembarang orang. Contoh kerentanan itu terjadi pada kotak pencarian yang bisa dipakai untuk mencari suatu akun lewat nomor telepon atau alamat surel.

“Melihat skala dan canggihnya aktivitas yang terlihat, kami yakin profil publik orang-orang di Facebook diambil dengan cara itu. Sehingga kini kami menonaktifkan fitur tersebut,” tulis Facebook.

Mark Zuckerberg sendiri mengakui pihaknya bersalah dalam kasus ini dan ia menerima kemarahan sejumlah pengguna, pengiklan, dan parlemen di sejumlah negara.

“Ketika kau membangun sesuatu seperti Facebook yang belum pernah ada sebelumnya di dunia, akan ada sesuatu berantakan,” ujar Zuckerberg dikutip dari Reuters.

“Ini salah saya.”

Ketika Facebook sudah mengakui ada kebocoran data dengan jumlah pengguna yang lebih banyak dari diperkirakan sebelumnya, Cambridge Analytica justru berkata sebaliknya.

Melansir dari laporan TechCrunch, Cambridge Analytica mengklaim hanya memakai data dari 30 juta pengguna yang diperoleh dari Global Science Research, perusahaan yang mendapat izin resmi dari Facebook. Mereka juga berdalih data tersebut tidak mereka manfaatkan untuk membantu Donald Trump menang di pemilu presiden AS pada 2016 lalu. (Ft/CNN/Int/SA).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s