Moral Intelektual Jokowi: Di Hujat tapi Tidak Menanggapi

jkw

Revolusi Mental ala Jokowi

Fokstoday.com-Jakarta, 5 April 2018

Pada Pembukaan Kongres Umat Islam, Sumut, 30 Maret 2018. YIM mengatakan Presiden Itu.. Walaupun Orangnya Goblok..
(Tidak Menyebut Nama). Tapi, Segoblok-2nya Dia,.. Dia Itu Presiden..kemudian FH pernah bilang presiden sinting. FZ bilang Jokowi presiden planga plongo. Ada juga sindiran dari PS dengan menyebut elite politik maling, bisa saja mengarah ke Jokowi. AR menyebut Jokowi melakukan kebohongan. Perhatikan komunikasi para politisi terhadap Jokowi. Semua Predikat buruk disematkan kepada Jokowi. Padahal pernyataan itu datang dari informasi sepihak tanpa ada kemauan untuk tabayyun atau cross check. Masyarkat pun tanpa tabayyun percaya begitu saja kata mereka sehingga kebencian terhadap Jokowi terus meluas.

Apakah Jokowi meladeni mereka dengan ungkapan yang tidak senonoh ? Tidak. Jokowi menghadapinya dengan cara sederhana, paham bahwa orang lemah cenderung menghujat dan menghakimi orang secara subjektif. Dan mereka tidak punya kemampuan untuk cross check. Mengapa ? Karena secara intelektual dan spiritual mereka merasa dibawah Jokowi makanya mereka kehilangan akal sehatnya untuk menilai secara objektif dan cenderung emosional. Jadi walau pendidikan tinggi namun intelektual rendah. Walau pengetahuan agama tinggi namun secara spiritual juga rendah. Dan orang banyak yang percaya kata hujatan itu adalah mereka yang secara intelektual dan spiritual juga sudah bangkrut.

Islam melarang keras sifat menghujat dan merendahkan orang lain. Firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim,” (QS. Al Hujuraat : 11). Revolusi mental yang dicanangkan Jokowi adalah pendidikan akhlak. Dia tidak mendidik dengan kata kata tetapi dengan teladan. Dia tidak membalas hujatan dengan hujatan atau cemoohan dengan cemoohan. Lebih banyak dia diamkan atau disikapi dengan tersenyum.

Ketika anda punya kekuasaan atau harta maka cobaan terbesar adalah bersikap rendah hati. Dan yang paling sulit adalah tidak membalas keburukan dengan keburukan tapi dengan cinta: menjaga aib orang, perasaan orang dan penuh prasangka baik kepada siapapun. Itulah yang sulit dan tentu tidak semua orang bisa. Jokowi mampu, tentu kita juga harus mampu meniru Jokowi. Karena disitulah moral intelektual kita diuji untuk mencapai puncak spiritual tertinggi.(ft/opini/es)

Sumber: Erizeli Bandaro

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s