Takut “Bentrok Serius” dengan Suriah, Turki Percepat Pengiriman Sistem Anti Rudal S-400 dari Rusia

Sistem Rudal 5-400 Rusia.jpg

Turki Percepat Pengiriman Pembelian Sistem Anti Rudal S-400 Rusia

Fokustoday.com – Jakarta, 5 April 2018.
Turki sudah bebarapa waktu lalu melakukan invasi ke Suriah tepatnya diperbatasan Suria-Turki yaitu Afrin, walaupun dengan klaim ingin membersihkan pemberontak Kurdi yang bergabung dengan sayap YPG Kurdi Turki. Bentrok antara Turki dan Suriah sudah terjadi walaupun hanya di pinggiran perbatasan Turki dan Suriah yang dominan dikuasai Kurdi. Suriah mengatakan Turki sudah memasuki wilayahnya, sementara Turki mengklaim ingin membersihkan pemberontak dan separatis yang berada disekitaran perbatasan itu.Baca :
Erdogan Marah: AS Membentuk ‘Tentara Teroris’ di Suriah dan Pemberontak di Turki.
Erdogan Telepon Trump Untuk Hentikan Dukungan Terhadap Milisi Kurdi
Turki Geram : AS Mendirikan Pangkalan Militer dan Persenjatai Pemberontak di Suria.

Bassar Al Assad sebagai pemenang sekarang ini masih banyak persiapan menata kembali negaranya yang porak-poranda setelah perang sekian lama dengan pemberontak, teroris dan banyak kekuatan asing lainnya. Turki memanfaatkan itu walaupun sebenarnya itu provokasi AS dan permainan serta taktik AS yang baru yang dirancangkan untuk benar-benar melumpuhkan Suriah.

Baca :
Suriah Menghadapi “Gelombang Baru” Intervensi AS
Turki memerangi Kurdi Suriah di dua front di Afrin
Suriah Peringatkan Turki Untuk Jangan Asal Masuk Wilayahnya
Amerika Serikat Dukung Serangan Turki di Afrin, Suriah

Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Vladimir Putin sepakat mempercepat pengiriman sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia yang dibeli Turki.

“Kami memutuskan mempercepat jadwal pengiriman sistem pertahanan berkekuatan tinggi buatan Rusia ini,” kata Putin seusai bertemu dengan Erdogan di Ankara, Rabu (4/4).

Hubungan Erdogan dan Putin.jpg

Hubungan Erdogan dan Putin

Dengan kesepakatan ini, pengiriman perdana senjata seharga US$2 miliar itu dijadwalkan dilakukan mulai akhir 2019 atau awal 2020.

Putin mengatakan percepatan produksi sistem senjata ini dilakukan atas “permintaan Turki”.

Pembelian alutsista ini memicu kekhawatiran dari negara Barat terutama Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO yang mempertanyakan orientasi pertahanan strategis Turki selaku anggota aliansi tersebut.

Namun, Erdogan tak mau ambil pusing atas kritikan Barat atas keputusannya itu.

“Ini adalah keputusan Turki. Kami membuat kesepakatan tentang pembelian S-400 dengan Rusia dan masalah ini selesai,” ujar Erdogan seperti dikutip AFP.

Berdasarkan laporan sejumlah media Rusia, Turki telah lama berminat membeli bahkan memproduksi bersama teknologi S-400 dengan Kremlin.

Kedua negara juga terus menunjukkan kedekatannya dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam upaya menemukan solusi damai untuk krisis di Suriah.

Lawatan Putin ke Ankara ini pun merupakan kunjungan perdananya ke luar negeri sejak kembali terpilih menjadi Presiden Rusia hingga 2024 dalam pemilu Maret lalu. (Ft/Int/CNN/SA).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s