Mengapa Aksi Damai Great Return March (GRM) Gaza Palestina Menggusarkan Israel dan Telah Menewaskan 28 Orang.

Demontrasi Great Return March (GRM) Gaza Palestina.jpg

Demontrasi Damai Great Return March (GRM) Gaza Palestina telah Mengorbankan 28 Orang

Fokustoday.com – Gaza, 8 April 2018.
Aksi GRM adalah upaya serius para pengungsi Palestina untuk meminta hak-hak mereka untuk kembali ke tanah yang dicaplok Israel dan menembus pengepungan yang diberlakukan di Jalur Gaza selama 12 tahun terakhir.

Resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) 194 tertanggal 11 Desember 1948 memberikan dasar hukum bagi GRM. Dimana para pengusngsi Palestina diberkan hak untuk kembali kerumah-rumah mereka.

Baca : Israel Resmi mensahkan Pengusiran Warga Palestina Dari Yerusalem.

Marwan Bishara, Analis Politik Senior Timur Tengah mengatakan pada Al Jazeera. “Orang-orang Palestina telah melihat sejumlah protes selama beberapa dekade, beberapa bersenjata, beberapa melakukan kekerasan, dan beberapa aksi teror,” kata Bishara.

Demontrasi Great Return March (GRM) Gaza Palestina 28 Orang Tewas.jpg

Demontrasi Damai Great Return March (GRM) Gaza Palestina

“Tapi kebanyakan adalah tindakan pembangkangan sipil, protes damai, seperti apa yang kita lihat hari ini.”

Baca : Yahudi Terus meningkat di Yerusalem dan 100 Pelanggaran pada Masjid Al-Aqsa, Setelah Pengakuan AS.

Ia mengatakan, unjuk rasa Jumat kemarin menunjukkan orang Palestina telah matang secara politik, sementara Israel sibuk memberangus demokrasi dengan mencegah warga Palestina dari Tepi Barat dan daerah lain bergabung dengan “saudara-saudara mereka di Gaza”.

“Ini menunjukkan kedewasaan atas nama rakyat Palestina untuk merangkul cara-cara damai dan kreatif seperti itu, karena Jumat lalu. “Jika itu mengganggu Israel dan membawa masalah ini ke depan komunitas internasional – itu bagus.”

Ribuan pengunjuk rasa mendekati di sekitar Jalur Gaza, Mereka membakar ban-ban dan melemparkan batu ke arah tentara Israel, yang membalas dengan gas air mata dan peluru tajam.

Selain sembilan tewas, sedikitnya 491 orang luka-luka akibat tembakan Israel, kata Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza.

Di antara mereka yang tewas adalah Yasser Murtaja, seorang fotografer yang bekerja untuk kantor berita Ain Media di Gaza. Dia meninggal akibat luka tembak oleh tentara Israel.

2 Wartawan Tewas Dalam Demontrasi Great Return March (GRM) Gaza Palestina.jpeg

Yasser Murtaja  wartawan Tewas dalam Demontrasi Great Return March (GRM) Gaza Palestina

Kelompok Jurnalis Palestina menyatakan lima jurnalis lainnya juga ditembak saat aksi protes. Meski mereka mengenakan pakaian yang jelas menunjukkan bahwa mereka wartawan.

Kementerian Kesehatan Gaza juga mengumumkan kematian Hamza Abdel Aal, 20 tahun, yang ditembak di Al-Bureij, Gaza tengah. Sembilan korban tewas akan dimakamkan, Sabtu.

Muslim Imran, Presiden Organisasi Kebudayaan Palestina di Malaysia (PCOM) mengungkapkan jumlah korban tewas selama delapan hari mencapai 29 orang, 2.850 luka-luka. Dari jumlah tersebut 24 di antaranya perempuan, 81 anak-anak.

“29 warga Palestina tewas dan 2.850 luka-luka dalam delapan hari. Di antaranya 1.296 akibat peluru tajam dan 79 mengalami luka yang serius.,” kata Imran lewat pesan WhatsApp kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (7/4).

Dilansir kantor berita, Israel memperkirakan jumlah aksi mencapai 20 ribu orang. Mereka disebut-sebut ingin menerobos perbatasan.

Namun menurut Imran, aksi tersebut merupakan aksi damai warga Palestina untuk kembali ke rumah-rumah mereka di Jalur Gaza yang dikuasai militer Israel sejak 1948.

Aksi damai tersebut dihadang serangan tentara Israel yang menembak dengan peluru tajam, gas air mata dan peluru baja berlapis karet. Pada aksi Great Return March (GRM) pertama yang digelar pada 30 Maret lalu, sebanyak 18 warga Palestina tewas dan 1.400 lainnya luka-luka.

Aksi GRM adalah upaya serius para pengungsi Palestina untuk merebut hak-hak mereka untuk kembali ke tanah yang dicaplok Israel dan menembus pengepungan yang diberlakukan di Jalur Gaza selama 12 tahun terakhir.

Resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) 194 tertanggal 11 Desember 1948 memberikan dasar hukum bagi GRM.

Ada Apa dengan Demontrasi Great Return March (GRM) Gaza Palestina.jpg

Ada Apa dengan Demontrasi Great Return March (GRM) Gaza Palestina

Dalam resolusi tersebut dinyatakan dengan jelas bahwa pengungsi Palestina dapat kembali ke rumah dan tinggal secara damai dengan tetangga mereka. “Hukum internasional, khususnya dalam kerangka hukum hak-hak pengungsi, serta prinsip-prinsip hak asasi manusia universal mewajibkan komunitas internasional untuk membantu para pengungsi kembali ke rumah mereka,” kata Imran.

Aksi GRM juga menyerukan kepada PBB untuk bertanggung jawab penuh melindungi para pengungsi Palestina agar dapat kembali ke Tanah Air-nya. “Setelah 70 tahun penjajahan dan berbagai upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik, warga Palestina menuntut untuk mengakhiri tekanan penjajahan aparheid Israel, ” kata Imran.

Aksi GRM menyerukan “Kami lelah menunggu. Kami akan kembali di bawah konvensi hak asasi manusia internasional.” Aksi tersebut rencananya akan digelar hingga pertengahan Mei, di Hari Bencana atau Nakba, peringatan dimulainya penjajahan Israel atas tanah Palestina. Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut-sebut akan berkunjung untuk meresmikan pembukaan kedutaan AS di Yerusalem, sesuatu yang terlarang menurut hukum internasional. (Ft/CNN/Int/SA).

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s