Turki Plin-Plan Sikapi Serangan Rudal Amerika CS ke Suriah

turki

Tentara Turki

Fokustoday.com- Ankara, 16 April 2018

Beberapa jam setelah tersiarnya berita serangan militer gabungan Amerika Serikat, Inggris dan Perancis ke Suriah, Presiden Turki melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia dan Perancis terkait serangan tersebut dan pekembangan terbaru.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan yang sebelumnya menyebut serangan tiga negara Barat ke Suriah sebagai langkah tepat, dalam pernyataan diplomatisnya saat melakukan kontak telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, ketegangan regional tidak seharusnya melebihi dari yang ada sekarang.

Erdogan dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron, menilai solusi politik saat ini sangat diperlukan untuk mewujudkan perdamaian dan ketenangan rakyat Suriah.

Dalih serangan Amerika, Inggris dan Perancis ke Suriah adalah tuduhan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah di kota Douma, Ghouta Timur. Tuduhan yang hingga kini belum bisa dibuktikan. Sama halnya dengan tuduhan Amerika atas kepemilikan senjata pemusnah massal oleh Irak di tahun 2003 yang tidak terbukti sampai sekarang.

Poin penting yang perlu dicermati di sini adalah, sikap para pemain internasional dalam serangan Amerika ke Suriah, termasuk Turki yang ternyata ikut menunggangi aksi militer tersebut. Dalam setiap kondisi, pemerintah Turki selalu ingin tampak sejalan dengan arus utama, sekalipun jika langkah itu harus dibayar dengan hilangnya reputasi internasionalnya.

Dalam masalah Suriah, awalnya Turki tergabung di kubu negara-negara Barat dan Amerika, dan menegaskan sikapnya untuk menggulingkan pemerintahan presiden Bashar Al Assad, namun selanjutnya Turki mengambil jarak dari Amerika dan bergabung dengan kubu Rusia beserta sejumlah negara kawasan lain.

serangan rudal Amerika ke Suriah

Strategi dan permainan politik Ankara ini pada akhirnya memasuki fase kritis yang memaksanya mengambil keputusan tegas untuk memilih salah satu kubu, seiring dengan semakin panasnya konflik Moskow-Washington. Di saat pemerintah Turki berusaha tidak masuk salah satu kubu, tapi mengendarai keduanya, perkembangan terbaru terutama serangan Amerika ke Suriah, memaksa Ankara harus memilih, bersama Barat atau Rusia.

Statemen pejabat Turki yang mendukung serangan militer ke Suriah menunjukkan mengambangnya sikap negara itu dalam kebijakan luar negeri. Para pengamat politik meyakini, Ankara terpaksa harus memilih dan menentukan sikap, apakah masih akan melanjutkan permainan bersama Rusia atau tidak.

Para pengamat menyoroti kebingungan Erdogan dalam mereaksi serangan militer Amerika ke Suriah khususnya saat melakukan pembicaraan telepon dengan Putin. Hal ini disinyalir akan memicu reaksi luas dari dalam negeri Turki sendiri.

Pasalnya, salah satu alasan dukungan Turki atas serangan Amerika ke Suriah adalah upaya meyakinkan publik Turki bahwa operasi militer negara itu di Suriah, merupakan langkah yang benar, namun di sisi lain sikap Ankara itu kecil kemungkinannya bisa menarik simpati Amerika.

Mantan Duta Besar Iran untuk Italia, Sayid Mohammad Ali Hosseini mengatakan, serangan Amerika, Inggris dan Perancis ke Suriah, sangat terbatas. Hal ini disebabkan oleh penentangan keras banyak negara dunia termasuk beberapa negara Eropa dan sekutu Barat sendiri. Selain itu, karena protes di dalam negeri ketiga negara dan masyarakat internasional.

Pada situasi seperti ini, harapan Turki untuk bisa memulihkan hubungan dan mendapat sedikit perhatian dari Barat, tidak akan terwujud dan hanya akan berujung dengan kegagalan kebijakan luar negeri negara itu seperti sebelumnya. (ft/int/es)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s