Tidak Kuat Sendirian, AS Gandeng Perancis dan Inggris Lemahkan JCPOA

jcp

Negara-Negara Penandatangan JCPOA

Fokustoday.com- Washington, 21 April 2018

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, jika Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), maka langkah ini akan memiliki konsekuensi “yang sangat tidak menyenangkan” bagi Washington. Baca : Ada 14500 Senjata Nuklir Dunia dan 9 Negara Pemiliknya?

Seiring semakin dekatnya tenggat waktu bagi Presiden AS, Donald Trump untuk memutuskan masalah JCPOA, berbagai pihak memberikan  peringatan keras mengenai dampak buruk jika AS keluar dari perjanjian internasional itu.

Sebelumnya, Trump mengancam akan menarik negaranya keluar dari JCPOA pada 12 Mei nanti, jika tiga negara Eropa yang ikut menandatangani kesepakatan tersebut tidak merevisi butir perjanjian antara kelompok 5+1 dengan Iran.

Ketua Komisi Luar Negeri Senat AS, Bob Corker beberapa hari lalu mengatakan, “Jika tidak terjadi perubahan siginifikan dalam isi kesepakatan nuklir Iran, maka Trump akan menarik AS keluar dari kesepakatan tersebut,”. Baca : Iran Peringatkan AS Dengan “Lebih kuat Dari Yang Mereka Bayangkan” Jika Trump Batalkan Kesepakatan Nuklir

Sebelum terpilih sebagai presiden AS, Trump dikenal getol mengkritik Obama karena menerima JCPOA. Setelah menjabat sebagai orang nomor satu di AS,  ia juga berulangkali mengancam akan menarik keluar negaranya dari kesepakatan nuklir internasional itu. Selain itu, AS juga dalam berbagai kasus melanggar perjanjian nuklir yang diakui oleh PBB ini, termasuk menghalangi hubungan perdagangan Iran dengan negara lain.

Presiden AS, Donald Trump

Mengenai masalah ini, peneliti Universitas Princeton yang penah menjabat sebagai diplomat Iran, Hossein Mousavi mengatakan bahwa sikap AS yang tidak menjalankan komitmennya terhadap JCPOA menyebabkan kesepakatan nuklir antara Iran dan kelompok 5+1 rentan. Baca : Kepala IAEA Peringatkan : Kerugian Besar” Jika Kesepakatan Nuklir Ambruk

Di tengah semakin gencarnya ancaman Trump untuk keluar dari JCPOA, tiga negara Eropa yaitu Inggris, Perancis dan Jerman mengambil berbagai langkah untuk meyakinkan Trump supaya mempertahankan AS tidak keluar dari JCPOA. Salah satunya dengan menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran dalam masalah rudal dan peran Iran di kawasan. Langkah ketiga negara Eropa ini tidak lain dari pembagian tugas dengan AS  dalam masalah Iran. Baca : Karena Isu Iran, Trump Pecat Menlu AS Rex Tillerson.

Menyikapi masalah ini, Penasihat Pemimpin Besar Republik Islam Iran Urusan Internasional, Ali Akbar Velayati hari Kamis (19/4) mengatakan, Eropa dan AS mengira bisa menekan Iran melalui JCPOA, dengan berbagi peran di antara mereka; AS mengenai peran Iran di kawasan, Perancis berkaitan dengan program rudal pertahanan Iran, dan Inggris telah lebih dahulu dalam pembagian peran tersebut.

Kebijakan Eropa dan AS dalam masalah JCPOA menunjukkan kerja sama di antara mereka untuk menghadapi Iran meskipun di antara mereka berselisih pandangan mengenai kesepakatan nuklir Iran. Tampaknya mereka disatukan oleh kepentingan yang sama demi menekan Iran dan mengontrol negara ini supaya mematuhi dikte mereka.

Republik Islam Iran sebagai negara independen memiliki sikap sendiri yang tidak bisa diatur oleh pihak lain, termasuk dalam masalah pertahanan dan JCPOA demi kepentingan nasionalnya. Sejatinya, apapun keputusan ketiga negara Eropa dan AS dalam masalah JCPOA pasti akan mendapatkan balasan setimpal dari Republik Islam Iran. (ft/int/es)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s