Amien Rais Lawan Istana Melalui Balai Kota. Politik Adu Domba ?

Amien Rais berbicara di acara Reuni Alumni 212, Monas, Jakarta Pusat

Amien Rais berbicara di acara Reuni Alumni 212, Monas, Jakarta Pusat

Fokustoday.com- Jakarta, 27 April 2018
Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Muradi, mengatakan pidato Amien Rais di Balai Kota Jakarta, Selasa, 24 April 2018, tidak etis. “Jelas, Pak Amien ingin mengajak Balai Kota sebagai poros baru dan perlawanan terhadap Istana,” kata Muradi saat dihubungi Tempo, Kamis, 26 April 2018.

Muradi mengatakan Balai Kota merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat. Ia menuturkan kantor Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut bukan bagian dari fasilitas untuk berpolitik praktis. “Kalau di negara lain, Pak Amien sudah diminta turun dari pidatonya,” ucapnya.

Baca juga: Buya Syafii mentahkan pendapat Amien Rais soal Politisasi Masjid

Amien Rais menjadi penceramah dalam acara Ustadzah Peduli Negeri di Balai Kota. Di depan para ibu-ibu, Amien mengatakan Joko Widodo atau Jokowi tidak mungkin menang dalam pemilihan presiden 2019 karena elektabilitasnya turun dan di bawah 50 persen. Amien juga sempat menunjuk foto Jokowi saat memberikan ceramahnya. Gestur Amien Rais tersebut dinilai sangat kentara ingin lakukan politik adu domba antara rakyat dan penguasa.

ar.jpg

“Kalau ibu-ibu peduli dengan negeri dan cuma leyeh-leyeh, is impossible. Kita harus bergerak,” kata Amien dalam ceramahnya.

Baca : Mahfud MD: Tidak usah Jadi Partai Allah atau Partai Setan, Jadilah Partai Manusiawi Saja

Muradi menjelaskan, Amien Rais tidak memberikan model yang baik dalam memberikan kritik. Menurut dia, Amien sebagai tokoh boleh menyampaikan pandangannya politiknya, tapi jangan di kantor pemerintahan. “Dengan berbuat seperti itu, orang nanti akan antipati ke Pak Amien,” ujarnya.

Baca juga: Disebut Amien Rais sebagai ” Partai Allah”, Elektabilitas PAN dan PKS Jeblok di Mata Rakyat

Muradi berharap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta merespons perbuatan yang dilakukan Amien Rais. Muradi mengatakan seharusnya DPRD memproses apakah memang Balai Kota bisa dijadikan sebagai media politik praktis. “Nanti DPRD akan mempertanyakan itu kepada gubernur dan wakil gubernur,” tuturnya. (ft/nas/es)

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s