Pengakuan Wanita dan Anaknya Yang Diduga Mendapat Intimidasi Saat Acara CFD

Fokustoday.com – Jakarta, 1 Mei 2018.

Wanita yang bersama anaknya yang menggunakan kaus #DiaSibukKerja pada acara Car Free Day (CFD) yang diduga mendapat intimidasi melapor ke polisi.

Susi Ferawati.jpg

Susi Ferawati bersama anaknya yang diduga diintimidasi pada saat acara Car Free Day (CFD) di Bundaran HI

Wanita tersebut bernama Susi Ferawati, melapor ke Polda Metro Jaya pada Senin (30/4/2018). Fera melaporkan pria yang dianggap melakukan intimidasi saat berada di CFD dan pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya, pemilik akun Twitter @netizentofa.

Setelah melapor, Fera mengungkap detik-detik momen yang disebut sebagai bentuk intimidasi itu. Awalnya, Fera berjalan bersama rombongan dari Monas ke Bundaran HI. #DiaSibukKerja merupakan tagar bentuk dukungan untuk Presiden Jokowi.

Baca Juga :

Massa #2019GantiPresiden Diduga Intimidasi #DiaSibukKerja (Video)

Mahfud MD nilai Persekusi di CFD itu perbuatan tidak bermoral

Mahfud MD Kritik Tengku Zulkarnain: Tiap Orang Berhak Gunakan Kaos yang Berbeda.

Aparat Kepolisian Diminta Menindak Tegas Perlakuan Intimidasi di CFD

Saat dalam perjalanan, putra Fera ingin pergi ke toilet. Fera lalu mengantar anaknya itu ke toilet di Hotel Pullman.

“Anak saya diantar dulu ke sana sekitar 10-15 menit,” kata Fera di Mapolda Metro Jaya.

Saat keduanya keluar, rombongan telah berpencar. Akhirnya Fera bersama anaknya jalan santai dan terpisah dari rombongan.

Setelah itu, dia berfoto dengan anak dan teman-temannya di CFD. Namun tiba-tiba dia dihadang oleh sekelompok orang yang memakai kaus #2019GantiPresiden di dekat Hotel Kempinski.

“Saat itulah saya dihadang di depan Kempinski itu sama orang-orang pakai kaus #2019GantiPresiden itu, ada ibu-ibu juga yang berjilbab, ditanyalah, diolok-oloklah, olok-oloknya tahu kan, cebonglah, apa,” kata Fera.

Fera mengaku mendapatkan perlakuan intimidatif dari kelompok tersebut. Bahkan dia sempat disebut ‘babu’ oleh orang-orang tersebut.

“‘Bayar Bu ya, nasi bungkus ya, nasi bungkus… nasi bungkus…. Dasar nggak punya duit.’ Karena kita makai kaus tagline ‘dia sibuk kerja’, kita dikatain, ‘Dasar lu kerja mulu, lu kayak babu,'” ujar Fera.

Tak berhenti di situ, Fera menyebut ada salah seorang pria yang memicu keributan itu. Dia bahkan meneriaki Fera dengan kata-kata yang tidak pantas.

“Ada bapak-bapak gendut makai kaus biru, agak hitam, saya lupa, yang memicu saya dia teriak kenceng banget di telinga saya itu, mohon maaf nih ya, ‘begok lu‘, kayak gitukenceng itu, yang memicu saya untuk melawan mereka,” papar Fera.

Selain itu, Fera mengaku memakai baju #DiaSibukKerja atas inisiatif sendiri. Dia merupakan simpatisan Joko Widodo.

“Memang kita ada koordinasi. Kita memang ada rencana kumpul, jalan santai, yuk. Kayak gitu. Dari Monas, Patung Kuda, ke sana hanya muter aja pemberhentian di Thamrin,” ucap dia.

Fera mengatakan anaknya begitu takut. Si anak sampai menangis.

“Ya ketakutan, Mas. Sangat ketakutan. Jadi itu anak saya itu nangis kejer banget. Sampai anak saya itu katanya juga mukul bapak-bapak itu. ‘Jangan ganggu Mama.’ Ngebelain mamanya. Takut kalau mamanya dipukulin. Namanya juga anak laki-laki, ya,” kata Fera.

Dalam pelaporan ini, Fera didampingi Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Al-Aidid. Muannas mengatakan, dalam laporan ini, Fera juga mempolisikan Mustofa Nahra.

“Itu kalau @NetizenTofa karena dia menyebarkan Twitter yang intinya, kata-katanya itu adalah ‘ibunya harus paham situasinya kalau nggak mau ribut, copot kausnya biar anaknya tenang’. Itu masih ada tweet-nya,” kata Muannas.

Tanggapan Mustofa Nahra

Mustofa mengatakan cuitan itu bukan bermaksud melecehkan Fera. Dia mengatakan Fera menggunakan dua kaus dalam acara tersebut. Satu kaus yang dipersoalkan adalah kaus putih bertagar #DiaSibukBekerja.

“Jadi itu cara saya. Sebagai saran saya yang memiliki ibu, ibu yang baik harus melindungi anaknya, apalagi tempat itu sangat rawan bentrok. Penyebabnya kaus, kan dia pakai kaus dobel dan yang dipakai itu berbahaya,” kata Mustofa saat dihubungi detikcom.

“Maksud dicopot juga bukan dipakai seperti itu. Kausnya yang berbahaya karena tulisannya yang berbeda dari lingkungan yang dia masuki. Orang yang pakai kaus #2019GantiPresiden saja nggak berani pakai kaus itu ke tempat mereka,” lanjutnya.

Mustofa meyakini laporan Fera tersebut tidak akan ditindaklanjuti oleh polisi. Sebab, itu tidak memenuhi tuduhan intimidasi ataupun pelecehan.

“Saya yakin laporannya juga diabaikan polisi. Nggak masuk itu. Demi kebaikan ibu itu, ancaman nggak ada. Itu demi kebaikan dia dan anaknya,” ujar Mustofa.

Sedangkan pria yang dilaporkan dengan tuduhan mengintimidasi belum bisa dimintai konfirmasi mengenai pelaporan ini. (Detik/FT/am)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s