Setelah Vonis 15 Tahun Terhadap Setya Novanto, KPK Cari Pelaku e-KTP Lain

Fokustoday.com – Jakarta, 1 Mei 2018.

Setelah majelis hakim akhirnya menjatuhkan vonis pidana 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap Setya Novanto, KPK memutuskan tidak mengajukan banding atas putusan tersebut.

Febri Diansyah

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah

Selain vonis 15 tahun penjara, Novanto dihukum membayar uang pengganti USD 7,3 juta dikurangi uang Rp 5 miliar, yang sudah dikembalikan Novanto ke KPK. Duit ini terkait penerimaan Novanto dari proyek pengadaan e-KTP.

KPK memutuskan tidak mengajukan banding atas putusan (vonis) terhadap terdakwa korupsi e-KTP, Setya Novanto. KPK memilih fokus untuk mengembangkan perkara e-KTP terkait pelaku lain yang terlibat.

Baca Juga :

Akhirnya Divonis 15 Tahun Penjara, Setya Novanto Syok dan Sang Istri Terpaku

Divonisnya Setya Novanto, Ketua KPK: Kasus Ini Tak Berhenti di Setya Novanto

“KPK sudah memutuskan menerima putusan karena KPK ingin fokus pada tahap lebih lanjut. Tahap lebih lanjutnya itu mencermati fakta-fakta di persidangan dan melakukan pengembangan perkara e-KTP untuk mencari pelaku yang lain,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2018).

KPK menduga masih ada pihak lain yang harus bertanggung jawab dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun. Baik itu terkait pihak politik, swasta, maupun Kementerian Dalam Negeri sebagai sektor birokrasi.

“Dan juga mendalami fakta-fakta lain terkait dengan dapat atau tidaknya pengembangan ke pencucian uang,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif juga menyebut beberapa pertimbangan lain sebagai alasan tidak mengajukan banding. Menurut Syarif putusan majelis hakim yang menetapkan kurungan penjara 15 tahun sudah lebih dari 2/3 tuntutan KPK selama 16 tahun.

“Semua yang disangkakan atau yang dimasukkan dalam dakwaan juga diadopsi hampir seluruhnya oleh majelis hakim. Sehingga kita pikir tidak ada alasan yang bisa kami pakai untuk banding. Karena memang jaksa penuntut menuntut 16 tahun, dan diputus 15 tahun,” ujar Syarif. (Detik/FT/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s