Anggota DPR Amin Santono Kena OTT KPK, Sita Duit Hingga Emas seberat 1,9 Kg

Fokustoday.com – Jakarta, 6 Mei 2018.

KPK berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Anggota Komisi XI DPR Fraksi Demokrat Amin Santono. Total kekayaan Amin diketahui mencapai Rp 15,4 miliar.

 

 

KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Amin punya 13 bidang tanah dan bangunan yang tesebar di sejumlah wilayah, seperti Jawa Barat, dan DKI Jakarta senilai total Rp 11.379.733.000. Ia juga punya kekayaan lain dalam harta bergerak seperti mobil, motor, hingga peralatan mesin senilai total Rp 1.521.000.000.

Ia juga memiliki sejumlah usaha, seperti usaha akupuntur, counter pulsa, usaha bakery, swalayan, perikanan keramba, hingga peternakan senilai total Rp 2.355.000.000. Ada pula hartanya dalam bentuk logam mulia, surat berharga hingga giro dan kas.

Selain itu, Amin memiliki utang senilai Rp 1.933.464.245. Harta Amin, yang pada 2014 berjumlah Rp 15,4 miliar tersebut naik sebesar Rp 6,6 miliar jika dibanding dengan LHKPN pada 2010, yaitu senilai Rp 8.801.415.505.

KPK menyita sejumlah aset saat melakukan operasi tangkap tangan terhadap anggota DPR Amin Santono. Aset tersebut antara lain emas seberat 1,9 kg hingga duit Rp 1,8 miliar.

“Dalam kegiatan ini KPK total mengamankan sejumlah aset yang diduga terkait tindak pidana, yaitu logam mulia atau emas 1,9 kg, uang senilai Rp 1.844.500.000 yang di dalamnya termasuk Rp 400 juta yang diamankan saat OTT,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5/2018).

Selain itu, KPK juga mengamankan duit dalam pecahan mata uang asing. Duit senilai SGD 63.000 dan USD 12.500 turut diamankan KPK.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Amin bersama 2 orang lain diduga sebagai penerima suap dari kontraktor bernama Ahmad Ghiast.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan 4 orang tersangka, yaitu diduga sebagai penerima AMS (Amin Santono), Anggota Komisi XI DPR RI, EKK (Eka Kamaluddin), swasta atau perantara, YP (Yaya Purnomo), Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan,” kata Saut.

Selain itu, Ahmad Ghiast juga ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga memberi suap kepada Amin dan 2 tersangka lain. (Detik/FT/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s