Terduga Teroris Asal Probolinggo Guru PNS, Ajari Muridnya Memanah dan Menembak

Fokustoday.com – Probolinggo, 18 Mei 2018.

Sebelumnya sebuah rumah di Kota Probolinggo, Jawa Timur digerebek Densus 88 Antiteror pukul 21.30 WIB, Rabu (16/5/2018). orang yang berada di rumah tersebut diduga kuat sebagai teroris.

teroris Probolinggo.jpg

Suasana penggerebekan tiga terduga teroris di Probolinggo. Wartawan dan warga dilarang mendekat, Rabu (16/5/2018) malam. (foto : Kompas)

Satu dari tiga terduga teroris yang diamankan di Perum Sumber Taman Indah, Kelurahan Sumbertamanan, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Kamis (17/5/2018) dinihari berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dia tercatat sebagai Guru Bahasa Inggris di SMKN 1 Kotaanyar Kota Probolinggo. Di sekolah, dia dikenal sebagai sosok pendiam dan disiplin dalam memberikan pelajaran ke siswa-siswinya.

Baca Juga :

Diduga Ada Jaringan Teroris, Densus 88 Gerebek Rumah di Probolinggo

2 Terduga Teroris di Sidoarjo Dibekuk Densus 88

HSA juga dikenal sebagai sosok yang pendiam di lingkungan rumahnya. Namun, meski pendiam, HSA dikenal sebagai sosok yang murah dan baik hati. Ia tidak sungkan untuk berbagi.

Di lingkungan sekitar rumahnya, HSA memberikan pendidikan secara gratis ke anak-anak yang belum beruntung mendapatkan pendidikan.

Namun, kata Sukirno, salah satu tetangga HSA menyebutkan, lama-kelamaan apa yang diberikan HSA ke anak-anak ini sedikit berbeda dari kebanyakan.

“Tidak selayaknya apa yang diberikan seorang guru ke muridnya. Pelajaran yang diberikan itu bukan membaca, menghitung, atau bahasa inggris sesuai dengan kemampuannya. Tapi pelajaran yang diberikan ini berbeda dengan pelajaran biasanya,” ujar dia.

Dikatakan Sukirno, di tangan HSA, anak-anak yang mayoritas usianya masih di bawah 10 tahun diajari untuk memanah, dan menembak menggunakan senapan angin.

“Saya tidak tahu maksud dan tujuannya apa, kok anak sekecil itu diajari memanah dan menembak sejak dini. Begitu tahu, ajarannya seperti itu, saya minta anak saya untuk tidak belajar ke sana lagi,” tambahnya.

Sekadar diketahui, HSA ini diamankan Densus 88 Antiteror Kamis dinihari. Dia diamankan bersama dua rekannya yakni MF dan IS.

Mereka diamankan setelah diduga kuat terlibat dalam kasus teror bom di tiga gereja di Surabaya.

Dengan kondisi ini, Sukirno merasa prihatin. Ia tidak menyangka, sosok pendidik yang juga ternyata bisa terlibat dalam pemahaman agama yang salah.

“Semoga kalau memang dia benar terlibat mendapatkan hukuman yang berat. Tapi, jika memang tidak terlibat , dia segera mendapatkan haknya untuk bebas. Selama ini, dia memang tidak pernah bergaul dengan tetangga,” jelas Sukirno. (Tribun/FT/am)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s