Jejak-Jejak Teror Aman Abdurahman di Indonesia

Fokustoday.com – Jakarta, 19 Mei 2018.

Dalam tuntutannya, JPU menyebut terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman merupakan penggagas organisasi Jamaah Anshorut Daulah ( JAD) yang dikenal sebagai organisasi terorisme di Indonesia.

Aman Abdurahman

Terdakwa kasus terorisme, Aman Abdurrahman menyimak pembacaan tuntutan JPU di PN Jakarta Selatan, Jumat (18/5)

Jaksa menyebut keterlibatan Aman Abdurrahman dalam serangkaian teror melalui doktrin yang ditularkan kepada para pengikutnya. Ia didakwa sebagai aktor intelektual di balik serangkaian teror di Indonesia.

Berikut ini jejak-jejak Aman Abdurrahman dalam serangkaian teror di Indonesia:

Sekitar dua tahun lalu, 14 Januari 2016, kawasan Sarinah Thamrin dihebohkan dengan aksi serangan teroris. Ledakan terjadi di dua tempat yang disertai penembakan di sekitar Plaza Sarinah.

Baca Juga (Aman Abdurrahman Dijatuhi Hukuman Mati, Didakwa Menyebarkan Paham Radikal)

Dalam kejadian tersebut, delapan orang meninggal dunia. Empat di antaranya pelaku. Selain itu, 24 lainnya luka-luka akibat serangan ini.

Empat pelaku yang tewas adalah Muhammad Ali alias Rizal alias Abu Isa, Sunakim alias Abu Yaza, serta Dian Juni Kurniadi.

Serangan teror lainnya juga terjadi di Gereja Oikumene Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, 13 November 2016. Dalam kejadian itu, Juhanda yang merupakan anggota JAD melempar molotov ke gereja hingga lima jemaat gereja terluka, salah satunya masih balita.

Seorang korban bernama Intan yang berusia 2,5 tahun meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit pada keesokan harinya.

Tak hanya itu, bom bunuh diri juga terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu 24 Mei 2017 sekitar pukul 21.00 WIB. Ledakan itu terjadi dua kali dalam rentang waktu berdekatan.

Akibat bom Kampung Melayu, lima orang tewas. Dua di antaranya diduga kuat pelaku dan tiga lainnya anggota kepolisian. Sementara 10 lainnya, mengalami luka-luka. Lima di antara korban luka adalah anggota Polri dan lima lainnya masyarakat sipil.

Kedua bomber ini, ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, positif tergabung dalam sel Mudiriyah Jamaah Anshar Daulah (JAD) Bandung Raya, yang berafiliasi dengan jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), di mana penghubungnya adalah Bahrun Naim.

Atas rentetan teror itu, Aman membantah terlibat, apalagi mengotaki, teror-teror dengan motif mendirikan negara Islam tersebut. “Saya tak tahu-menahu,” ucapnya dengan dalih kala itu dia di dalam penjara. (Liputan6/FT/am)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s