Pengurus PA 212 Ramai-Ramai Lompat Pagar Gabung Ke Partai Politik. Ada Apa ?

parpol

Fokustoday.com- Jakarta, 20 Mei 2018

BEBERAPA kader PA yang akan maju ke DPR RI melalui partai nasional (parnas) membantah jika keputusan mereka disebut ‘lompat pagar’. Karena secara aturan, kader partai lokal dibolehkan maju ke Senayan melalui parnas, tanpa harus keluar dari kepengurusan partai lokal.

“Dalam UUPA diatur tentang partai lokal. Di sana disebutkan dan ditegaskan bahwa partai lokal yang ingin berpartisipasi politik di tingkat nasional dapat ikut serta mencalonkan diri sebagai anggota PR RI, dengan cara berafiliasi politik dengan partai nasional. Afiliasi politik ini antara dua partai, memberi dan membolehkan keanggotaan ganda dari dua partai politik, partai lokal dan partai nasional,” jelas politikus Partai Aceh, Abdullah Saleh.

Baca : Polisi Keluarkan SP3 Kasus Habib Rizieq, Begini Komentar PA 212

Karena itu, lanjut Abdullah Saleh, keputusannya maju ke DPR RI melalui Partai Gerindra bukan berarti ia memilih keluar dari kepengurusan PA dan bergabung dengan partai besutan Prabowo Subianto. “Saya maju dengan afiliasi Gerindra, jadi saya tidak keluar dari PA, saya tetap sebagai pengurus PA. Jadi posisi saya menjadi keanggotaan ganda, PA sebagai partai lokal, Gerindra sebagai partai nasional. Ini afiliasi namanya, Gerinda dan PA juga sudah lama berkoalisi,” tegas Abdullah Saleh.

Keputusan maju melalui parnas atau Gerindra ini juga bukan merupakan keputusan pribadinya, melainkan usulan dari partai atas persetujuan Ketua Umum PA, yakni Muzakir Manaf alias Mualem. “Jadi sekali lagi ini bukan lompat pagar,” tegas Abdullah Saleh.

Baca : Kapitra Sesalkan Sikap Emosional PA 212 Yang Sampai Menyerang Jokowi

Hal senada juga diutarakan Kautsar. Ia menolak istilah lompat pagar disematkan kepada dirinya karena menurut mantan aktivis ini, istilah tersebut sangat tidak cocok.

“Istilah lompat pagar tidak tepat untuk menyebutkan kepada saya yang memilih ingin bertanding ke DPR RI. Yang tepat adalah saya sedang membangun jembatan politik dari lokal ke nasional. Jembatan itu partai nasional. Saya juga ingin menjadi jembatan Aceh ke pentas politik nasional, maka pilihannya adalah DPR RI,” ucapnya.

Baca : Polisi Keluarkan SP3 Kasus Habib Rizieq, Begini Komentar PA 212

Kautsar memilih Partai Demokrat untuk maju ke DPR RI. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar, mengingat PA yang selama ini telah membesarkannya, secara politik masih berseberangan dengan Demokrat. PA dalam Pilkada 2017 kemarin mengusung Mualem-TA Khalid, sedangkan Demokrat mengusung Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah.

Benturan kepentingan ini bisa jadi masih akan terjadi lagi pada Pilkada maupun Pilpres yang akan datang. Namun Kautsar sepertinya sudah siap dengan konsekwensi tersebut, sehingga ia dengan bulat hati memilih Partai Demokrat.

“Saya dengan Partai Demokrat sudah dekat sejak awal, sejak Pemilu 2009, kemudian berlanjut ke Pilkada 2012 ketika saya menggagas koalisi lintas partai politik nasional dan lokal bersama dengan almarhum Pak Mawardy Nurdin yang ketika itu menjadi Ketua Partai Demokrat,” ujar Kautsar.(ft/nas/es)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s