Bercanda Bawa Bom, Dua Anggota DPRD Diamankan, Melanggar Pasal 344

Fokustoday.com – Banyuwangi, 23 Mei 2018.

Sebelumnya diberitakan, dua anggota DPRD Banyuwangi, diamankan petugas Bandara setempat saat hendak terbang ke Jakarta dengan pesawat Garuda GA 265. Dua orang tersebut diduga bercanda mengatakan ada bom di tas penumpang lain.

Bandara Banyuwangi.jpg

Bandar Udara Banyuwangi

Menurut Kapolsek Suharyono, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.45 WIB. Basuki Rachmad yang juga ketua DPC Hanura Banyuwangi masuk ke ruang pemeriksaan. Setelah dinyatakan “clear”, yang bersangkutan kemudian menghampiri penumpang lain yang juga anggota dewan, Marifatul Kamila.

“Saat pemeriksaan itu Basuki mengatakan ada bahan peledak di koper ibu Rifa itu. Sempat ditanya petugas oknum anggota dewan itu tetap bilang itu ada bom. Sempat ditegur petugas, tapi malah marah,” tambahnya.

Dua anggota DPRD Banyuwangi Basuki Rahmad dan Nouval Baderi masih menjalani pemeriksaan di Polres Banyuwangi. keduanya diamankan karena bercanda membawa bom saat di Bandara Banyuwangi.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman menegaskan bahwa tindakan dua anggota itu telah melanggar Undang-Undang Penerbangan. Wakil rakyat sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra dan Ketua DPC Hanura, mengaku membawa bom saat menjalani pemeriksaan di Bandara Banyuwangi.

“Melanggar Pasal 344 junto 347,” katanya kepada detikcom, Rabu (23/5/2018).

Dalam Pasal 344 dijelaskan, setiap orang dilarang melakukan tindakan melawan hukum (act of unlawfull interference) yang membahayakan keselamatan penerbangan dan angkutan udara. Salah satunya menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan. Termasuk mengaku membawa bom.

Sedang dalam Pasal 347 disebutkan, setiap orang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 344 huruf e dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun.

“Karena ancaman pidana 1 tahun, keduanya tidak kami tahan, tapi proses hukum terus lanjut,” tegas Kapolres.

Sementara itu, ahli penerbangan di Banyuwangi Afen Sena mengaku apa yang dilakukan dua oknum anggota dewan itu tak sepatutnya dilakukan. Karena dalam penerbangan, kata Afen, safety dan security merupakan hal yg tidak dapat ditawari.

“Hal itu tidak bisa ditawari. Karena safety, security, services dan compliance ini menyangkut keamanan dan keselamatan penumpang,” ujarnya. (Detik/FT/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s