Aman Abdurrahman Ngomel Tak Karuan Selepas Divonis Hukuman Mati

celoteh amanFokustoday.com- Jakarta, 23 Mei 2018

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mati pimpinan Jaringan Ansharut Da‎ulah (JAD), Aman Abdurrahman‎. Tim Jaksa menilai Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurrahman mempunyai pengaruh dalam beberapa serangan teror di Indonesia.

Aman angkat bicara terkait tuntutan mati yang dilayangkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU)‎ tersebut. Pimpinan ISIS di Indonesia itu angkat bicara lewat nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan mati yang dilayangkan JPU.

Celotehan-celotehan Aman saat mengungkapkan nota pembelaannya dapat dikatakan cukup kontroversial. ‎Berikut lima celotehan mengerikan Aman Abdurrahman pasca-dituntut hukuman mati oleh Jaksa.

1. Aman Abdurrahman Tidak Takut Dihukum Mati

Pada sidang pembacaan nota pembelaan, Aman Abdurrahman me‎ngaku tidak takut divonis hukuman mati oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Bahkan, dia mengaku telah siap atas vonis yang akan diberikan oleh Hakim.

Aman mempersilahkan Hakim memberikan vonis hukuman mati untuk dirinya.‎ Menurutnya, apapun hukuman yang akan diberikan kepada dirinya merupakan perbuatan zalim.

Baca : Diduga Terlibat ISIS, Mahasiswi Tulungagung Dideportasi dari Suriah

 Aman Abdurahman

Baca : ISIS di Suriah Melemah, Di Indonesia Malah Eksis

2. Aman Pilih Mati Ketimbang Damai dengan Pemerintah

Aman Abdurrahman mengaku pernah dikunjungi oleh Peneliti bidang kajian Islam asal Srilangka, Prof Rohan. Prof Rohan merupakan peneliti yang bekerja untuk Pemerintah Singapura sekaligus Indonesia.

Aman ‎mengaku diajak Prof Rohan untuk berdamai dengan pemerintah. Ajakan Prof Rohan, kata Aman, dibumbui janji-janji manis. Namun, Aman menolak tawaran untuk berdamai.

Aman lebih memilih keluar dari penjara sebagai mayat alias mati ketimbang harus berkompromi dengan pemerintah. Dia lebih memegang teguh prinsipnya dibanding harus menerima tawaran damai.

Baca: Sepak Terjang Israel-AS Merusak Dunia Islam

3. Aman Anggap Kasusnya Sebuah Penjeratan Gaya Baru

Aman Abdurrahman membantah terlibat dalam beberapa aksi teror bom di Indonesia. Dia menganggap kasus-kasus yang dikaitkan dengan dirinya merupakan penjeratan gaya baru pertama di Indonesia.

Pimpinan ISIS di Indonesia tersebut mengaku sama sekali tidak tahu menahu mulai dari peristiwa bom di Sarinah, Thamrin, ataupun ledakan di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sebab, kata Aman, saat peristiwa i‎tu terjadi, dirinya sedang diisolasi di Lapas Nusakambangan.

Aman Abdurahman

Baca : Jejak-Jejak Teror Aman Abdurahman di Indonesia

4. Aman Sebut Anggota DPR Merupakan Tuhan Jadi-Jadian

Dalam pembacaan nota pembelaan atau pleidoinya, Aman menyebut bahwa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merupakan tuhan jadi-jadian. Sebab, anggota DPR merupakan pembuat kebijakan yang akan dijalankan umat manusia.

Tak hanya itu, kata Aman, penganut atau pengikut kebijakan Pemerintah atau DPR merupakan orang kafir. Sebab, Aman menganggap pengikut kebijakan DPR dan Pemerintah sama dengan penganut berhala model baru.

Baca: Hapus Frasa “Negara” dari Definisi Teroris, Untuk Hindari Kecurigaan

5. Aman Sebut Pelaku dan Dalang Bom di Surabaya Sakit Jiwa

 Aman Abdurrahman angkat bicara terkait rentetan peristiwa teror bom yang terjadi di Surabaya. ‎Kata Aman, pelaku bom bunuh diri di Gereja tidak memahami ajaran Islam dan tuntunan jihad.

Bahkan, pentolan JAD ini menyebut pelaku serta dalang rentetan bom di Surabaya merupakan orang-orang yang sakit jiwa dan hidupnya frustasi. Sebab, dijelaskan Aman, Islam tidak mengajarkan tindakan itu. (ft/nas/es)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s