Penumpang Yang Bercanda Bawa Bom di Lion Air Menjadi Tersangka

Fokustoday.com – Pontianak, 30 Mei 2018.

Sebelumnya Senin (28/5/2018) sejumlah penumpang pesawat Lion Air JT 687 rute Pontianak-Jakarta batal terbang karena seorang penumpang mengaku membawa bom. Sejumlah penumpang terluka akibat insiden ini.

Isu bom Lion Air

Penumpang Lion Air keluar dari dalam pesawat melalui pintu darurat, Senin (28/5/2018) malam. Kejadian berawal ketika seorang penumpang berinisial F, asal Wamena Papua bercanda terkait adanya bom

Informasi tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Nanang Purnomo, Senin (28/5/2018). Ada 10 penumpang yang terluka dan dibawa ke rumah sakit karena panik dan loncat dari pesawat. Beberapa di antaranya sudah diperbolehkan pulang.

Frantinus Nirigi (26), penumpang Lion Air JT 687 rute penerbangan Pontianak-Jakarta, ditetapkan menjadi tersangka gara-gara bercanda bawa bom.

Kejadian ini terjadi hari Senin (28/5) di Bandara Supadio, Pontianak, Kalbar, pukul 18.50 WIB dalam keadaan take off. Di dalam pesawat, Frantinus Nirigi mengaku membawa bom di dalam tas.

Baca Juga :

Lagi! Isu Bom di Lion Air, Penumpang Lompat Lewat Jendela Pesawat

Pembobol Jendela Darurat Pesawat Lion Air Yang Panik Akibat Ancaman Bom, Dipolisikan

“Ada salah satu orang yang mengaku membawa bom di dalam tas. Kemudian, untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, pilot memutuskan menurunkan seluruh penumpang, bagasi, dan barang bawaan,” ujar Coorporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro saat dihubungi detikcom, Senin (28/5).

Penumpang lainnya panik. Salah seorang penumpang lalu membuka pintu pintu darurat dan keluar melalui sayap pesawat. Akibat kejadian tersebut, sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka-luka.

Si pembuka jendela darurat pesawat dipolisikan karena diduga telah merusak fasilitas pesawat. Dia masih diperiksa polisi.

Tak lama setelah kejadian, Frantinus diringkus polisi. Tak kurang dari 24 jam, ia ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan.

“Betul yang bersangkutan sudah berstatus tersangka. Sudah (ditahan),” kata Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono saat dihubungi detikcom, Selasa (29/5).

Frantinus dijerat UU tentang penerbangan. Ia terancam dibui 8 tahun.

“Pelaku diancam dengan Pasal 437 (2) UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dengan ancaman hukuman pidana 8 tahun,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal dalam keterangannya. (Detik/FT/am)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s