Soal Dikotomi “Partai Setan” dan “Partai Allah”, Polisi Masih Cari Ahli Agama

Fokustoday.com – Jakarta, 31 Mei 2018.

Sebelumnya Amien Rais pernah melontarkan pernyataan yang membuat heboh masyarakat. Amien Rais mendikotomikan partai-partai politik di Indonesia jadi dua kutub yakni “partai setan” dan “partai Allah”.

Amien Rais.jpg

Amien Rais mendikotomikan partai-partai politik di Indonesia jadi dua kutub yakni “partai setan” dan “partai Allah”.

Polisi masih menyelidiki kasus Amien Rais terkait penyataannya soal dikotomi ‘partai setan’ dan ‘partai Allah’. Polisi saat ini juga masih mencari ahli agama yang bisa dimintai keterangan terkait ucapan eks Ketua MPR tersebut.

“Jadi, kalau kasus Amien Rais, saya masih mencari orang yang mau dan bisa kita ambil keterangan,” kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan kepada wartawan di Mapolda Metro, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Adi menjelaskan sebagian ahli agama yang sempat ditemui polisi menyampaikan pandangannya bahwa ucapan Amien itu keliru. Namun mereka tidak bersedia keterangan itu dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Baca Juga :

Dikotomikan “Partai Setan” dan “Partai Allah” di Indonesia, Amien Rais Dianggap Bikin Kacau?

Buya Syafii mentahkan pendapat Amien Rais soal Politisasi Masjid

Nadirsyah Hosen nilai Amien Rais terus mainkan isu agama, nyinyirannya ‘turun kelas’.

Mahfud MD: Tidak usah Jadi Partai Allah atau Partai Setan, Jadilah Partai Manusiawi Saja

KH Ma’ruf Amin: Tempat Ibadah dan Pengajian Jangan Dijadikan Forum Kampanye

“Saya masih berusaha untuk menggali, menanyakan. Memang saya sudah ketemu dengan beberapa orang-orang yang menurut saya mempunyai kedalaman ilmu soal agama Islam. Ketika kita tanyakan, mereka katakan itu salah. Tapi ketika kita ini kan, harapkan apakah Bapak berkenan untuk kita ambil keterangan, dia bilang jangan saya. Mungkin bisa cari yang lain,” papar Adi.

Dia pun menerangkan akan meminta pendapat keagamaan dari MUI. Namun keterangan MUI itu akan diminta setelah polisi mengumpulkan keterangan dari berbagai ahli agama.

“MUI wajib, harus. Tapi tidak hanya MUI. Nanti juga ada ahli agama yang lain. Dari semua pihak. Tidak hanya satu orang, karena kalau satu, itu menurut dia. Kita harus ambil dari berbagai sumber,” ucap dia.

“Sehingga, ketika berbagai sumber itu, memberikan analisis yang sama, nah kita baru bisa berani menanyakan, apakah saya salah ketika saya menanyakan ini? Tanyakan juga kepada ahli. Apakah itu menyentuh pada sisi norma-norma agama?” sambungnya.

Selain itu, kasus Amien Rais ini, disebut Adi, harus ditangani dengan hati-hati. Pasalnya, pernyataan Amien Rais itu disampaikan dalam kegiatan keagamaan.

“Jadi yang kayak gini-gini harus hati-hati. Jangan sampai kita salah. Apalagi ini sensitif sekali. Dia sampaikan saat kegiatan agama, di dalam tempat agama juga. Itu yang harus kita hati-hati dalam penanganan,” imbuh dia.

Lebih lanjut Adi mengatakan polisi mengusut laporan terhadap Amien Rais itu secara teliti agar tak terjadi kegaduhan. Apalagi, sambung dia, banyak agenda nasional yang akan digelar dalam beberapa bulan ke depan.

“Begini, masak sekarang kita tidak boleh membuat situasi jadi kisruh. Kita harus, me-maintenance situasi, suasana aman. Karena ke depan kita punya Asian Games. Dan itu kan melibatkan orang luar. Kalau situasi di Indonesia, khususnya di Jakarta, nggak stabil, pasti mereka ragu-ragu kirim atletnya ke sini. Itu kan mata dunia. Nilai Indonesia. Makanya kita hati-hati sekali,” ujarnya.

Amien Rais sebelumnya dilaporkan Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/2070/IV/2018/PMJ/Ditreskrimsus. Amien dilaporkan atas tuduhan tindak pidana ujaran kebencian SARA dan penodaan agama melalui media sosial, seperti tertuang dalam Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan/atau Pasal 156 a KUHP.

Aulia menyebut Amien telah memprovokasi masyarakat dengan mendikotomikan ‘partai Allah’ dan ‘partai setan’. Menurutnya, ucapan Amien tidak sesuai dengan dasar negara Pancasila.

“Kami melihat telah ada suatu upaya dikotomi atau provokasi yang membawa ras, agama. Padahal kita tahu bahwa negara kita adalah negara berdasar Pancasila dan UUD 1945,” ucap Aulia kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (15/4).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s