Cerita Kekalahan Amien Rais Di Pilpres 2004

Fokustoday.com – Jakarta, 11 Juni 2018.

Amien Rais menyampaikan kesiapannya maju di Pilpres 2019 menantang Petahan Joko Widodo. Hal itu disampaikan di kediaman Ketum PAN Zulkifli Hasan, Jl Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6).

ar1

Amien Rais

Amien mengaku terinspirasi PM Malaysia Mahathir Mohamad yang mengalahkan Najib Tun Razak.

“Nah Mbah Amien Rais ini walaupun tua ya nggak apa-apa. Begitu Mahathir jadi, saya jadi remaja lagi sekarang. Biarlah nanti rakyat yang buat penilaian,” sebut Amien.

Niatan Ketua Dewan Kehormatan PAN itu untuk nyapres ditanggapi partai politik pro Jokowi dengan mengungkit kekalahan Amien di Pilpres 2004.

Amien yang siap nyapres disindir Wasekjen PPP Achmad Baidowi atau Awiek. Anggota DPR Komisi II itu membuka ‘luka lama’ Amien di 2004, saat harus mengakui kedigdayaan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla.

Di Pilpres 2004, ada 5 pasangan calon presiden dan wakil presiden. Mereka adalah Wiranto-Salahuddin Wahid, Megawati Soekarnoputri-Ahmad Hasyim Muzadi, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla dan Hamzah Haz-Agum Gumelar.

Dari 5 pasangan calon, di putaran pertama, SBY-JK unggul dengan 33,58 persen suara atau meraup 36.070.622. Tempat kedua diisi Megawati-Hasyim dengan perolehan suara 28.186.780 atau 26,24 persen. Karena tidak ada pasangan yang meraih suara lebih dari 50 persen pada putaran pertama, dua pasangan teratas kemudian bertarung di putaran kedua. Amien-Siswono tumbang di ronde pertama.

Kekalahan Amien inilah yang diungkit Awiek. Bagi Awiek, sikap Amien yang ingin maju Pilpres 2019 dengan mencoba meniru Mahathir sangat berbeda. Awiek menyebut Amien tak bisa mensejajarkan diri dengan Mahathir.

“Amien Rais? Menjadi ketua MPR yang banyak melakukan amendemen UUD 1945 yang salah satunya memicu liberalisasi politik dan ekonomi. Dan pemilu 2004 juga sebagai calon presiden, hasilnya ya kalah,” kata Awiek.

“Menyamakan diri dengan Mahathir ya jauh lah dan beda situasi sosial-politiknya. Mahathir pernah menjadi PM dan berprestasi sehingga dikenang oleh rakyat Malaysia. Maka ketika Mahathir kembali ke politik, daya ingat rakyat Malaysia masih kuat,” imbuh dia. (Detik/FT/am)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s