Setelah RI Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB: Sikat Abis Terorisme dan Radikalisme

ri

Menlu Retno LP Marsudi

Fokustoday.com-Jakarta, 11 JUni 2018

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi upaya pemerintah hingga Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2019-2020. Ditetapkannya Indonesia sebagai anggota tidak Tetap DK PBB merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan komitmen dalam memperjuangkan perdamaian dunia.

Terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB diumumkan oleh Presiden Majelis Umum PBB Miroslav Lacjak di New York, Amerika Serikat. Indonesia pernah tiga kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB, yakni periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008. Dalam periode 2019-2020 Indonesia akan memulai tugasnya pada Januari mendatang.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pernyataan resminya mengatakan, sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia akan fokus kepada penguatan ekosistem perdamaian dan stabilitas global, meningkatkan sinergi dengan sesama anggota, mendorong terbentuknya Global Comprehensive Approach untuk menangani terorisme, radikalisme dan ekstremisme.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Hader Nasir 

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menilai, momentum tersebut harus dimanfaatkan pemerintah untuk menyuarakan isu-isu strategis, salah satunya perang terhadap terorisme dan radikalisme.

“PBNU mendorong pemerintah untuk menyuarakan isu-isu strategis seperti soal perang terhadap terorisme dan radikalisme,” ujar Helmy melalui keterangan tertulisnya, Minggu (10/6/2018), seperti dilansir Kompas.

Dia menambahkan, Indonesia harus bisa menjadi rujukan dan referensi bukan saja dalam hal komitmen untuk memberantas terorisme dan radikalisme, namun juga soal model dan penanganannya.

PBNU juga mendorong pemerintah untuk terus mengupayakan dan mengampanyekan agenda strategis tentang kemerdekaan Palestina. Sesuai dengan amanat Muktamar 33 NU di Jombang, kemerdekaan Palestina adalah persoalan yang sangat penting dan harus terus diperjuangkan.

“Kepercayaan masyarakat internasional hendaknya tidak disia-siakan dan harus dibuktikan dengan kerja nyata mewujudkan perdamaian dan keamanan internasional,” kata Helmy.

Isu lain yang tak kalah penting, lanjut Helmy, adalah isu terkait pembangunan. Menurut Helmy, pemerintah memiliki kesempatan memajukan perspektif negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, agar bisa bersaing dengan negara-negara maju.

“Kami mendukung penuh segala upaya pemerintah Indonesia dalam segenap usahanya,” tutur Helmy.

Semenatara itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menilai bahwa saat ini kiprah Indonesia telah diakui oleh dunia internasional, yang dibuktikan dengan terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020.

“Raihan prestasi tersebut menjadi bukti atas apa yang selama ini dilakukan Pemerintah Indonesia di ranah internasional. Itu menujukkan bukti pengakuan dunia atas kiprah Indonesia di kancah dunia,” ujar Haedar melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (9/6/2018).

Haedar mengatakan, Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, dan Menlu Retno Marsudi selama ini telah berhasil memainkan peran politik luar negeri Indonesia, sehingga Indonesia memperoleh tempat di mata dunia. Menurut dia, dalam konteks politik global yang makin keras dan dinamis tentu posisi di PBB tersebut sangat strategis.

“Posisi tersebut dapat dijadikan forum dan media untuk memainkan peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia serta tatanan dunia yang lebih adil, beradab, dan berkemajuan,” tuturnya.

Selain itu, kata Haedar, Muhammadiyah berharap pemerintah lebih proaktif dan progresif menjadi juru damai dan mencari solusi dalam sejumlah konflik dan gejolak politik antar negara Islam, khususnya di Timur Tengah serta kawasan lain yang berkonflik.

“Termasuk dalam menyelesaikan persoalan Rohingya dan Palestina,” kata Haedar.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha

Indonesia harus Bisa Perkuat PBB

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha berpendapat masuknya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB periode 2019- 2020 harus dapat lebih memperkuat peran PBB.

“Komisi I DPR RI mengapresiasi perjuangan keras Pemerintah RI untuk bisa menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB. Namun, hasil tersebut jangan sampai membuat kita jumawa. RI harus tetap melakukan langkah-langkah strategis di kancah internasional dengan memegang peran penting dalam mewujudkan perdamaian dan ketertiban dunia sesuai amanah konstitusi. Masuknya Indonesia ke DK PBB ini harus dapat memperkuat kembali peran PBB yang kini makin melemah,” katanya di Jakarta, Minggu seperti dilansir Antara News.

Menurut Satya, sekarang ini, peran PBB makin melemah di mata internasional dalam menjaga perdamaian dunia. Politisi Partai Golkar dari Dapil Jawa Timur IX mencontohkan, konflik di Suriah dan pemindahan Kedubes AS ke Jerusalem menunjukkan lemahnya peran PBB.

“Kita harus kritis, termasuk kepada Pemerintah AS agar meninjau ulang aksi mereka yang memindahkan Kedubesnya ke Jerusalem. Ini menunjukkan bahwa RI punya wibawa di mata internasional di tengah turunnya kredibilitas PBB saat ini. Pemegang hak veto khususnya AS justru sering kali secara unilateral tidak mematuhi DK PBB,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, posisi strategis RI di DK PBB tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dengan menjadi negara yang aktif menyuarakan perdamaian dunia, khususnya isu kemerdekaan Palestina dan terciptanya ketertiban dunia yang selama ini terlibat sengketa dan perang sipil.

Satya kembali mengangkat topi dan menyatakan salut untuk keberhasilan Indonesia yang bisa mengantarkan kembali menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB. Tercatat ini adalah kali keempat Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB.

“DPR menyambut baik atas hasil yang diperjuangkan Menlu RI di Majelis Umum PBB. Sebagai mitra, Komisi I DPR mengapresiasi hal itu. Memang sudah sepantasnya RI berperan aktif dalam perdamaian dunia sesuai mandat konstitusi kita,” katanya.

 Ia juga menambahkan, meski perjuangan garda depan ada di pihak pemerintah, namun andil lobi parlemen juga tak bisa diabaikan. Sebab, kata Satya, dalam setiap kunjungan luar negeri DPR ke parlemen-parlemen negara sahabat, selalu disampaikan pesan khusus untuk meminta dukungan kepada RI sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB.

“Ini saya kira merupakan bentuk sinergi kesuksesan kolaborasi DPR dan pemerintah. DPR senantiasa menjalankan track two (2) diplomacy dalam setiap kunjungan kerja parlemen RI ke negara-negara sahabat. Kami selalu menyampaikan pesan agar Indonesia mendapat dukungan untuk menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB,” ujar Satya.

Presiden RI Joko Widodo 

Apresiasi Presiden RI

Presiden Joko Widodo menyebut terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB adalah cerminan penghargaan masyarakat internasional terhadap rekam jejak Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam akun resmi facebooknya yang dipantau di Jakarta, Minggu, menyebut bahwa demokrasi dan toleransi di Indonesia akan menjadi aset untuk Indonesia dapat berperan aktif di DK PBB.

“Peran Indonesia di tingkat global akan semakin meningkat dengan terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 mewakili Asia-Pasifik,” katanya, seperti dilansir Antara News.

Ia juga menyebut bahwa dalam Sidang Majelis Umum PBB kemarin, Indonesia didukung 144 suara dari 190 negara anggota PBB yang hadir. “Dukungan ini melebihi dua pertiga dari anggota PBB,” katanya.

Ia juga menegaskan amanah masyarakat internasional kepada Indonesia harus menjadi perhatian untuk dijalankan sebaik mungkin.

“Amanah masyarakat internasional kepada Indonesia ini akan kita jalankan sebaik-baiknya untuk memberi kontribusi nyata bagi perdamaian, kemanusiaan dan kesejahteraan di kawasan dan global,” katanya.

Presiden sekaligus mengapresiasi dan menyampaikan selamat kepada para diplomat Indonesia yang telah mengantarkan Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020. (ft/int/es)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s