Fakultas “Kedokteran” dan ” Eksakta”, Sering Terpapar Paham Radikal. Ini Daftar Kampusnya

radikal.jpgFokustoday.com- Jakarta, 17 Juni 2018

Penangkapan teroris di Universitas Riau menjadi salah satu bukti bahwa terorisme yang berangkat dari pemahaman radikal terhadap agama telah masuk kampus. Situasi ini menghawatirkan karena kampus merupakan tempat generasi muda menimba ilmu pengetahuan.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) bahkan mensinyalir telah banyak perguruan tinggi yang kemasukan paham radikal. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merilis, setidaknya ada tujuh Perguruan Tinggi (PT) terindikasi kemasukan paham radikal. Parahnya, tujuh kampus tersebut termasuk kampus ternama.

Baca : Setelah RI Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB: Sikat Abis Terorisme dan Radikalisme

Tujuh kampus tersebut yaitu:

1) Universitas Indonesia (UI) Jakarta

2) Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung

3) Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor

4) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang

5) Insitut Teknologi Surabaya (ITS) Surabaya

6) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya

7) Universitas Brawijaya (UB) Malang

Baca: Guru Besar Undip Prof Suteki Dinonaktifkan, Diduga Pro-HTI

“Saya melihat tidak hanya tujuh kampus itu saja yang terpapar, potensinya besar,” kata Nasir akhir Mei lalu.

Padahal, lanjut Nasir, pihaknya telah melakukan deklarasi antiradikalisme di kampus-kampus sejak setahun silam. Nasir kemudian meminta kepada pihak kampus untuk menjaga perguruan tingginya dari paham radikal.

Kemenristekdikti tegas menolak radikalisme di kampus. Setelah Hizbut Tahrir Indonesia (HIT) bubar, maka yang terpapar radikalisme harus kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Agar menindak tegas aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat kegiatan radikalisme. Rektor juga diminta mengawasi dengan lebih baik organisasi-organisasi yang memiliki potensi menyebarkan paham radikal di kampus.

Terpisah, Direktur BNPT Hamli, bahkan mengatakan, hampir semua perguruan tinggi negeri (PTN) terpapar paham radikal. Namun, tebal-tipisnya bervariasi.

Baca : Kampus dan Tumbuh Suburnya Benih Terorisme

Pola penyebaran paham radikal, dikatakan Hilmi, sudah berubah. Awalnya dilakukan di lingkungan pesantren. Kini menyasar kampus, baik negeri maupun swasta, baik PTN maupun PTS.

“PTN dan PTS yang banyak kena itu di fakultas eksakta dan kedokteran,” katanya.

Cendekiawan muslim Azyumardi Azra menguatkan dengan cerita serupa.

“Sarang terorisme itu justru di perguruan tinggi umum. Kalau kita lihat gejalanya memang menganut paham radikalisme,”  katanya.

Azyumardi menceritakan pengalaman putrinya di UI. Putrinya kerap diajak bergabung oleh kelompok mahasiswa yang diduga berpaham radikal. Namun, alhamdulillah, gagal.

“Putri saya gagal direkrut karena sering kontak bapaknya,” ujar Azyumardi.

Azyumardi meminta pemerintah membenahi lingkungan kampus. Salah satunya dengan melatih kembali tenaga pengajar soal nilai kebangsaan.( ft/nas/es)

Keterangan:
Diolah dari CNN dan Metrotnenws

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s